Mengenal Tradisi Debus, Kesenian Asal Banten yang Melegenda

Rabu, 21 September 2022 - 13:06 WIB
loading...
Mengenal Tradisi Debus, Kesenian Asal Banten yang Melegenda
Debus merupakan kesenian tradisional asal Banten. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Debus merupakan kesenian tradisional asal Banten yang mempertunjukkan kemampuan manusia kebal akan berbagai senjata tajam. Kesenian ini telah lama menjadi tontonan favorit masyarakat Indonesia.

Perpaduan antara tarian, olah suara dan ilmu kebatinan yang bernuansa mistis ini pada awalnya berfungsi sebagai sarana yang membantu penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Baca juga : Berlagak Atraksi Debus, Leher Sobari Terluka Parah Disabet Golok

Dilansir dari laman dpmptsp.bantenprov.go.id, kesenian debus perlahan kemudian berkembang sebagai media untuk memompa semangat rakyat Banten dalam menghadapi penjajahan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Kesenian ini sempat tenggelam pada saat Kesultanan Banten melemah. Kemudian pada 1960an kesenian ini kembali bangkit dengan fungsi yang berbeda, yakni sebagai saranan tontonan dan hiburan masyarakat.

Jika diperhatikan gerakan gerakan tari dalam kesenian debus ini terlihat identik dengan kesenian bela diri asal Indonesia.

Keterkaitan debus dengan silat memang tak bisa terpisahkan. Sebab, silat merupakan cikal bakal dari kesenian yang menampilkan kekebalan tubuh ini.

Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, terdapat tiga aliran silat yang cukup besar di wilayah Banten, yakni aliran silat cimande, bandrong, dan terumbu.

Baca juga : Mulai dari Pencak Silat sampai Debus, Ini Kebudayaan Suku Baduy yang Menarik

Aliran tersebut turut membawa ciri khas debus di dalamnya. Di setiap sanggar nantinya terdapat seorang syekh atau guru besar yang memimpin kurang lebih 20 pemain.

Pakaian yang dikenakan para pemain debus ini biasanya terdiri atas lomar (ikat kepala), baju kampret, serta celana pangsi. Dalam pertunjukannya mereka akan diiringi oleh kendang penca.

Terdapat sekitar 40 jenis atraksi yang dipertontonkan. Mulai dari berjalan di atas bara api, menjilat pisau, menusuk paku pada pipi, memukul bata di kepala, menusuk perut dengan paku banten, hingga menyiram badan menggunakan air keras.

Debus biasanya diselenggarakan di lapangan terbuka dan sebelum melakukan pertunjukkan syeh akan melakukan ritual khusus berupa permohonan agar proses berjalannya acara ini dapat berjalan dengan lancar.
(bim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1588 seconds (11.97#12.26)