Sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa yang Telah Dikenal Sejak Abad 12
Minggu, 18 September 2022 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Sejarah mencatat bahwa Portugis berhasil membuat perjanjian dagang dengan Kerajaan Sunda pada 1522. Perjanjian tersebut juga memberikan kebebasan bagi Portugis untuk berdagang melalui Sunda Kelapa. Mereka juga mendapat izin untuk membangun gudang sebagai tempat menampung barang dagangannya.
Pada 1527, Portugis kembali datang untuk memperpanjang perjanjian, namun saat itu Pelabuhan Sunda Kelapa sudah dikuasai Kesultanan Demak. Tidak seperti Kerajaan Sunda, Kesultanan Demak melihat kedatangan Portugis sebagai ancaman.
Oleh karenanya, Fatahillah yang merupakan Raja Kerajaan Demak menurunkan bala tentaranya utuk mengusir Portugis. Dalam peperangan tersebut, Kerajaan Demak yang dibantu oleh Kerajaan Cirebon meraih kemenangan dan berhasil mengusir Portugis pada 22 Juni 1527.
Fatahillah kemudian mengganti nama Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Pelabuhan Jayakarta yang berarti kemenangan yang gilang-gemilang. Baca: Terungkap, Asal Usul Ciracas Jaktim dari Salah Satu Anak Kali Cipinang
Kekuasaan Fatahillah yang mulai meredup digantikan oleh Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Pangeran Wijayakrama. Saat masa pemerintahan Kesultanan Banten, Belanda datang ke Jayakarta dan menjalin komunikasi.
Kedatangan perusahaan dagang Belanda VOC yang semula baik-baik berakhir dengan penghimpunan tentara dan terjadi perlawanan. Jan Pieterszoon Coen yang merupakan Gubernur Jenderal VOC kala itu memimpin peperangan melawan Kesultanan Demak yang berakhir dengan kemenangan Belanda.
Pada 1527, Portugis kembali datang untuk memperpanjang perjanjian, namun saat itu Pelabuhan Sunda Kelapa sudah dikuasai Kesultanan Demak. Tidak seperti Kerajaan Sunda, Kesultanan Demak melihat kedatangan Portugis sebagai ancaman.
Oleh karenanya, Fatahillah yang merupakan Raja Kerajaan Demak menurunkan bala tentaranya utuk mengusir Portugis. Dalam peperangan tersebut, Kerajaan Demak yang dibantu oleh Kerajaan Cirebon meraih kemenangan dan berhasil mengusir Portugis pada 22 Juni 1527.
Fatahillah kemudian mengganti nama Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Pelabuhan Jayakarta yang berarti kemenangan yang gilang-gemilang. Baca: Terungkap, Asal Usul Ciracas Jaktim dari Salah Satu Anak Kali Cipinang
Kekuasaan Fatahillah yang mulai meredup digantikan oleh Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Pangeran Wijayakrama. Saat masa pemerintahan Kesultanan Banten, Belanda datang ke Jayakarta dan menjalin komunikasi.
Kedatangan perusahaan dagang Belanda VOC yang semula baik-baik berakhir dengan penghimpunan tentara dan terjadi perlawanan. Jan Pieterszoon Coen yang merupakan Gubernur Jenderal VOC kala itu memimpin peperangan melawan Kesultanan Demak yang berakhir dengan kemenangan Belanda.
Lihat Juga :