Cipayung Plus Gelar FGD Bahas Subsidi BBM, Kapolda Riau: Salut, Bisa Jadi Role Model

Jum'at, 16 September 2022 - 05:30 WIB
loading...
Cipayung Plus Gelar FGD Bahas Subsidi BBM, Kapolda Riau: Salut, Bisa Jadi Role Model
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal , bersama Kajati Riau Dr Supardi saat hadir dalam Cipayung Plus Gelar FGD, Kamis (15/9/2022). Foto: Istimewa
A A A
PEKANBARU - Gabungan Organisasi Kemahasiswaan bernama Cipayung Plus , Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan, bertema “Kebijakan Kenaikan Harga BBM dan Pengawasan Terhadap Penyaluran Subsidi” Kamis, (15/9/2022).

FGD tersebut digelar di Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Riau, Komplek Purna MTQ, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Hadir dalam kesempatan itu Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Dr Supardi, Ketua DPRD Riau Yulisman, Kabinda Riau Brigjen TNI R Wibisono Hendroyoso serta perwakilan masing-masing organisasi kemahasiswaan yang tergabung kedalam Cipayung Plus Riau.

Baca juga: Hendak Demo saat Presiden Jokowi Melintas, Seorang Mahasiswa Babak Belur Dihajar Warga

Narasumber yang hadir diantaranya Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Evarefita, Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ferry Irawan, Perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga dan beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal mengapresiasi FGD yang digelar gabungan organisasi mahasiswa dibawah naungan Cipayung Plus Riau. Ia bahkan mengutarakan rasa bangganya terhadap ide-ide yang disampaikan mahasiswa saat pelaksanaan FGD.



“Saya apresiasi, salut, serta bangga. Ini inisiasi mereka Cipayung Plus. Ada beberapa Presma dari BEM mayoritas banyak yang hadir. Dalam pandangan saya bahwa aspirasi, pendapat pemikiran dan pandangan tidak harus disampaikan di jalan. Ini saya rasa bisa menjadi role model. Karena dalam penyampaian pendapat bisa lebih fokus kan. Dan juga lebih elegan,” ungkapnya.

Kepada para mahasiswa, mantan Kadiv Humas Polri itu tetap memberikan semangat agar selalu menjadi pemuda yang kritis, menjadi kontrol sosial dan yang paling penting ialah menjadi penjaga moral. Menurut dia, itulah peran dari pemuda, khususnya mahasiswa dalam mendedikasikan diri terhadap pembangunan negeri.

Baca juga: Waduh, Pria Ini Mengaku Imam Mahdi dan Minta Pengikut Serahkan Anak Gadisnya

“Semua pihak yang hadir teruslah mengkritisi, mengontrol sesuai dengan fungsi pemuda. Ini juga menunjukan pemuda ada peran penjaga moral. Ini bentuk dari moral dan etika dijaga ingin adek-adek ini menyampaikan pesan. Lewat FGD. Mayoritas kan kritis dan pandangan saya berikan apresiasi,” papar mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1567 seconds (11.252#12.26)