Pengamat Ini Nilai Rencana Penghapusan Listrik 450 VA Menyulitkan Masyarakat Bawah

Kamis, 15 September 2022 - 21:32 WIB
loading...
Pengamat Ini Nilai Rencana...
Wacana pemerintah bersama Badan Anggaran DPR yang akan menghilangkan listrik 450 VA kemudian diganti listrik 900 VA merupakan kebijakan yang menyusahkan rakyat Indonesia. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana pemerintah bersama Badan Anggaran DPR yang akan menghilangkan listrik 450 VA kemudian diganti listrik 900 VA merupakan kebijakan yang menyusahkan rakyat Indonesia. Pengalihan subsidi listrik untuk warga kurang mampu ini diinisiasi Ketua Badan Anggaran DPR.

"Saya harap pemerintah mempunyai kebijakan untuk bisa mendorong masyarakatnya melakukan penghematan energi dengan penggunaan listrik yang lebih rendah. Karena pembangkit listrik di Indonesia 70 persen menggunakan batubara. Sedangkan, cadangan batubara kita sudah mulai menipis karena terlalu banyak batubara diekspor maupun yang kita gunakan sendiri untuk listrik. Cadangan batubara kita tinggal tersisa 20 tahun lagi," ujar Pemerhati Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono (BHS), Kamis (15/9/2022).
Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Bakal Ubah Skema Subsidi Listrik

Negara-negara di Eropa bahkan telah menghemat besar besaran dikarenakan energi fosil mulai menipis. Misalnya di Jerman, UK, Denmark, Yunani dan bahkan Srilanka melakukan program power cuts/pemadaman selama 10 jam untuk penghematan penggunaan energi listrik di negaranya.

Anggota DPR periode 2014-2019 ini mengatakan, wacana penghapusan listrik 450 VA juga akan menyengsarakan masyarakat bawah di mana terdapat 24 juta pelanggan (keluarga).

"Dari hasil pembicaraan dengan masyarakat pengguna 450 VA, mereka malah ingin bisa diturunkan lagi di kelompok 220 VA seperti yang diberlakukan pada zaman Orde Baru. Karena saat ini semua peralatan elektronik baik lampu, televisi, kipas angin, dan lain-lain wattnya sangat rendah dan efisien untuk penghematan energi tetapi mempunyai kemampuan penerangan yang sangat kuat," kata Bambang.

Alumni ITS Sepuluh Nopember Surabaya ini menduga wacana penghapusan listrik untuk mendorong masyarakat menggunakan daya listrik lebih besar. Hal ini juga cenderung mengajak pemborosan untuk menanggung produksi listrik yang sudah terlanjur berlebih/over supply akibat kebijakan pemerintah mempunyai program membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt yang pelaksanaannya dilakukan swasta untuk jangka panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Rekomendasi
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved