Kemegahan Istana Mataram di Plered, Ada Danau Buatan hingga Bangunan Mewah
Selasa, 13 September 2022 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Konon di Istana Plered ini dibangun megah, di sinilah berdiri tegak istana besar nan mewah, disusun dengan batu bata dan dikelilingi air. Pembangunan Keraton Plered ini memakan waktu bertahun-tahun, melewati berbagai rintangan alam, hingga berdiri sebagai Keraton yang megah dan lebih kuat dibandingkan dengan keraton lama. Hal ini wajar mengingat bahan dasarnya yang terbuat dari batu bata, sebuah gaya arsitektur bangunan yang masih langka di abad 17.
Keraton Plered dilapisi tiga pintu gerbang utama. Ladx pintu gerbang pertama disebut Selimbi. Pada pintu gerbang ini berdiri dengan tegak sebuah benteng, yang dihuni oleh sekitar 1.500 - 1.600 orang. Benteng - benteng ini dijaga oleh para prajurit keraton. Siapa saja yang lewat gerbang dicatat oleh juru tulis. Setelah gerbang utama, ada gerbang kedua yang disebut gerbang pintu Tadi. Kemudian disusul pintu gerbang ketiga yang disebut Kaliajir. Pintu gerbang ketiga ini lebih pusat keraton.
Sekitar 1 - 1,5 mil dari pintu gerbang Selimbi, tampaklah alam Mataram yang subur, sawahnya sangat luas, hingga batasnya pun tidak tampak oleh pandangan mata. Desa - desa di Mataram juga sangat subur dan bisa ditemukan di sepanjang jalan. Di antara sawah - sawah yang membentang subur itu terdapat area perbukitan yang ditanami pepohonan dan aneka macam buah - buahan.
Baca juga: Kisah Mpu Sindok, Pendiri Kerajaan Medang Mataram yang Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Jawa Timur
Pintu gerbang Selimbi ini juga merupakan pintu masuk wilayah negara agung Mataram. Jalan antara gerbang Selimbi dan gerbang Tadi, berjarak 7 mil. Setelah gerbang kedua, akan tampak terlihat pegunungan yang mengitari pusat Kerajaan Plered. Setiap desa di antara kedua pintu gerbang tersebut sangat padat penduduk. Setiap desa dihuni oleh sekitar 100 - 150 orang, bahkan yang mencapai sekitar 1.000 - 1.500 orang.
Keraton Plered dilapisi tiga pintu gerbang utama. Ladx pintu gerbang pertama disebut Selimbi. Pada pintu gerbang ini berdiri dengan tegak sebuah benteng, yang dihuni oleh sekitar 1.500 - 1.600 orang. Benteng - benteng ini dijaga oleh para prajurit keraton. Siapa saja yang lewat gerbang dicatat oleh juru tulis. Setelah gerbang utama, ada gerbang kedua yang disebut gerbang pintu Tadi. Kemudian disusul pintu gerbang ketiga yang disebut Kaliajir. Pintu gerbang ketiga ini lebih pusat keraton.
Sekitar 1 - 1,5 mil dari pintu gerbang Selimbi, tampaklah alam Mataram yang subur, sawahnya sangat luas, hingga batasnya pun tidak tampak oleh pandangan mata. Desa - desa di Mataram juga sangat subur dan bisa ditemukan di sepanjang jalan. Di antara sawah - sawah yang membentang subur itu terdapat area perbukitan yang ditanami pepohonan dan aneka macam buah - buahan.
Baca juga: Kisah Mpu Sindok, Pendiri Kerajaan Medang Mataram yang Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Jawa Timur
Pintu gerbang Selimbi ini juga merupakan pintu masuk wilayah negara agung Mataram. Jalan antara gerbang Selimbi dan gerbang Tadi, berjarak 7 mil. Setelah gerbang kedua, akan tampak terlihat pegunungan yang mengitari pusat Kerajaan Plered. Setiap desa di antara kedua pintu gerbang tersebut sangat padat penduduk. Setiap desa dihuni oleh sekitar 100 - 150 orang, bahkan yang mencapai sekitar 1.000 - 1.500 orang.
Lihat Juga :