Sektor Pertanian Butuh Perhatian Khusus

Senin, 12 September 2022 - 19:28 WIB
loading...
A A A
Menurut Sumanto, jika harga beras dinaikkan sesuai inflasi, angka kemiskinan akan turun. Dia mengusulkan HPP gabah dinaikkan menjadi Rp 5.000 - Rp 6.000 per kilogram. Dengan begitu, penghasilan petani akan naik di rata-rata Rp 1,5 juta per bulan. Saat ini lanjutnya, harga beras di Indonesia jauh lebih murah dari sejumlah negara lain. Di Malaysia misalnya, harga beras di kisaran Rp 18 ribu - Rp 20 ribu per kilogram, di Jepang Rp 50 ribu - Rp 70 ribu, dan di Korea Selatan Rp 30 ribu per kilogram.

"Jika petani sejahtera, efeknya akan kemana-mana. UMKM dan sektor lainnya akan ikut tumbuh," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Jateng Bidang Pertanian dan Perkebunan ini.

Selain itu, tata kelola beras perlu dipegang pemerintah dan tak diserahkan ke swasta. Sebab, jika tata kelola diserahkan ke swasta, akan banyak yang bermain.

Dikatakannya, penghasilan petani yang minim membuat tak banyak orang yang mau jadi petani. Jumlah petani semakin menurun. Sumanto mengungkapkan dulu 60 persen penduduk Indonesia bekerja sebagai petani, saat ini jumlah petani hanya sekitar 28 persen jumlah penduduk. Dia bahkan menyebut di Jateng tidak ada milenial yang mau bertani. Mereka memilih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja swasta. Dia mengaku sudah pernah mendatangi sejumlah kelompok tani dan mendapati usia petani yang paling muda 50 tahun.

"Yang disebut petani milenial di Jateng tidak bekerja di sektor produksi. Mereka jualan produk pertanian. Penghasilannya bisa Rp 50 juta sampai Rp 60 juta, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari," paparnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Seluruh Kantor Pertanahan...
Seluruh Kantor Pertanahan di Jateng Tetap Buka selama Libur Nyepi dan Idulfitri
19.000 Orang Ikuti Program...
19.000 Orang Ikuti Program Mudik Gratis ke Jawa Tengah di TMII
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Binawan dan Poltekkes...
Binawan dan Poltekkes Kemenkes Semarang Resmikan Pusat Karier Internasional
Wujudkan Green Tourism,...
Wujudkan Green Tourism, Karimunjawa Hadirkan Inovasi Energi dari Sampah
Pemprov Jateng Raih...
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Provinsi Informatif Tujuh Kali Berturut-turut
Pemprov Jateng Berhasil...
Pemprov Jateng Berhasil Borong 3 Penghargaan Pengelolaan Keuangan Daerah dari Kemendagri
Kado Akhir Tahun, Jateng...
Kado Akhir Tahun, Jateng Sabet Dua Penghargaan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia
Rekomendasi
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Berita Terkini
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved