Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
Kamis, 02 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Amerika sejak awal menentang pemerintah Erdogan mengakuisisi sistem rudal Rusia tersebut dengan alasan bisa membahayakan jet tempur siluman F-35 AS, termasuk membuka peluang Moskow mengetahui rahasia kelemahan jet tempur itu. Alasan lain, S-400 Moskow tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO.
Namun, pemerintah Erdogan nekat membelinya dan membuat pemerintah Presiden Donald Trump mendepak Ankara dari keanggotaan program konsorsium bersama jet tempur siluman F-35. Bahkan, Washington menangguhkan pengiriman jet tempur yang telah dibeli Turki.
Senator Thune mempertimbangkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2021 yang dapat memungkinkan Washington untuk membeli perangkat militer berbahaya Rusia itu melalui anggaran pengadaan Angkatan Darat AS.
"Jumlah yang diperlukan mungkin diizinkan untuk digunakan oleh Angkatan Darat pada 'Missile Procurement, Army' untuk pembelian sistem pertahanan rudal S-400," bunyi rancangan amandemen NDAA 2021 yang diusulkan Thune.
Sementara itu, Ketua Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, Leonid Slutsky, mengatakan proposal Senator Thune "tidak berprinsip" dan "sinis".
Baca Juga: Kepolisian Hong Kong Tangkap Lebih dari 300 Demonstran
Namun, pemerintah Erdogan nekat membelinya dan membuat pemerintah Presiden Donald Trump mendepak Ankara dari keanggotaan program konsorsium bersama jet tempur siluman F-35. Bahkan, Washington menangguhkan pengiriman jet tempur yang telah dibeli Turki.
Senator Thune mempertimbangkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2021 yang dapat memungkinkan Washington untuk membeli perangkat militer berbahaya Rusia itu melalui anggaran pengadaan Angkatan Darat AS.
"Jumlah yang diperlukan mungkin diizinkan untuk digunakan oleh Angkatan Darat pada 'Missile Procurement, Army' untuk pembelian sistem pertahanan rudal S-400," bunyi rancangan amandemen NDAA 2021 yang diusulkan Thune.
Sementara itu, Ketua Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, Leonid Slutsky, mengatakan proposal Senator Thune "tidak berprinsip" dan "sinis".
Baca Juga: Kepolisian Hong Kong Tangkap Lebih dari 300 Demonstran
Lihat Juga :