Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS

Kamis, 02 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
A A A
"Saya tidak berpikir ini akan terjadi dan saya pikir Turki tidak akan mempertimbangkan proposal ini," kata Slutsky seperti dikutip Sputnik Turkish.

Turki menandatangani kesepakatan untuk membeli empat baterai sistem rudal itu dari Rusia pada September 2017 dengan harga hampir USD2,5 miliar. Turki sejauh ini telah menerima batch pertama senjata pertahanan tersebut yang menelan biaya USD1,3 miliar dolar, dan batch kedua dengan biaya USD1,2 miliar masih dalam proses.

Perjanjian yang ditandatangani antara Moskow dan Ankara belum diungkapkan kepada publik, oleh karena itu rincian tentang transfer teknologi dan produksi bersama, serta rincian lainnya seperti kemungkinan menjual sistem pertahanan kepada pihak ketiga tidak tersedia untuk publik.

Pada awal Juni, Duta Besar Rusia untuk Ankara Alexei Yerhov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN Turk bahwa Rusia tidak akan memiliki sikap penentangan terhadap apa yang dilakukan Turki dengan sistem rudal itu karena Ankara adalah "pemilik sistem".

"Katakanlah saya distributor mobil dan Anda ingin membeli kendaraan dari saya. Kami mendapat uang dan menjual kendaraan kepada Anda. Kendaraan ini milik Anda. Apakah Anda pergi ke pantai, membawa kentang atau memasang senapan mesin di atasnya, bergabung dengan perang, itu adalah hak alami Anda untuk menyimpannya di garasi," kata Yerhov.

Namun, melihat pernyataan baru-baru ini oleh pejabat Rusia, tampaknya Turki diizinkan untuk "membawa kentang" dengan sistem S-400, seperti yang disarankan oleh duta besar Rusia, tetapi tidak diizinkan untuk menjualnya ke Amerika Serikat.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Laboratorium Narkoba...
Laboratorium Narkoba di Gianyar Bali Digerebek, 2 WNA Rusia Ditangkap
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
10 Wilayah di Indonesia...
10 Wilayah di Indonesia Diprediksi Terdampak Tsunami Rusia, Ini Lokasinya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Rekomendasi
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved