TGB HM Zainul Majdi: Politisi Harus Kedepankan Gagasan dalam Berpolitik Bukan Uang
Sabtu, 10 September 2022 - 10:02 WIB
loading...
Dialog kebangsaan yang digelar DPW Partai Perindo Sumatera Utara dengan pembicara Ketua Harian Nasional Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi (tengah) didampingi Ketua DPW Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan (kiri). Foto SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi hadair sebagai salah satu pembicara dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar oleh DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Jumat (9/9/2022). Dalam kesempatan itu mantan Gubernur NTB tersebut menegaskan bahwa politisi harus mengedepankan gagasan dalam berpolitik, bukan uang.
TGB menyampaikan itu menjawab pertanyaan dari anggota Forum Dai dan Ustad Muda Medan terkait maraknya politik uang yang dianggap lumrah saat ini. "Saya berani mendebat itu (politik uang). Kalau Anda datang dengan gaya membawa uang, maka uanglah yang ditunggu masyarakat," kata TGB. Baca juga: 4 Saran Partai Perindo Supaya Subsidi BBM Tepat Sasaran
TGB pun mengisahkan pengalamannya saat maju periode pertama sebagai Gubernur NTB pada Tahun 2008. Saat itu ia menghadapi calon kuat yang juga petahana serta koalisi dari partai besar.
Ia membuktikan bila kerja politik adalah kerja panjang, mengedepankan gagasan dan melibatkan masyarakat. Keterlibatannya di masyarakat selama ini seolah mengkompensasi uang. "Atribut, yang buat masyarakat. Mereka berlomba membantu saya," kisahnya.
TGB menyampaikan itu menjawab pertanyaan dari anggota Forum Dai dan Ustad Muda Medan terkait maraknya politik uang yang dianggap lumrah saat ini. "Saya berani mendebat itu (politik uang). Kalau Anda datang dengan gaya membawa uang, maka uanglah yang ditunggu masyarakat," kata TGB. Baca juga: 4 Saran Partai Perindo Supaya Subsidi BBM Tepat Sasaran
TGB pun mengisahkan pengalamannya saat maju periode pertama sebagai Gubernur NTB pada Tahun 2008. Saat itu ia menghadapi calon kuat yang juga petahana serta koalisi dari partai besar.
Ia membuktikan bila kerja politik adalah kerja panjang, mengedepankan gagasan dan melibatkan masyarakat. Keterlibatannya di masyarakat selama ini seolah mengkompensasi uang. "Atribut, yang buat masyarakat. Mereka berlomba membantu saya," kisahnya.
Lihat Juga :