Salurkan BLT BBM, Pj Gubernur Banten: Untuk Ringankan Beban Masyarakat

Jum'at, 09 September 2022 - 20:51 WIB
loading...
Salurkan BLT BBM, Pj Gubernur Banten: Untuk Ringankan Beban Masyarakat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (Ist)
A A A
SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penyaluran ini ditandai dengan peluncuran BLT BBM Banten di UPTD PPD Cikande Provinsi Banten (Samsat Ciruas), Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (9/9/2022).

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, BLT BBM ini mulai disalurkan untuk masyarakat Banten yang terdampak kenaikan harga BBM. Pencairan akan dilakukan melalui Bank Banten dengan mekanisme empat kali pencairan selama empat bulan.

Sebanyak 75.613 keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima BLT BBM Banten total sebesar Rp600.000. Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten.

“Presentasi anggaran yang digunakan dua persen, bersumber dari Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kemudian, selebihnya dari BTT (Belanja Tidak Terduga),” kata Al Muktabar.

Perihal pengawasan penyaluran, Al Muktabar menyebut, Pemprov Banten bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Ia menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat terkait permasalahan BLT BBM Banten ini.

Dia berharap, masyarakat Banten dapat memanfaatkan bantuan ini sesuai dengan peruntukan kebutuhannya. Ia menyarankan, BLT BBM Banten ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar.

“Kita menyarankan, penggunaan untuk (membelanjakan) bahan pokok, pangan, dan lain-lain yang dibutuhkan secara mendasar oleh masyarakat kita,” katanya.

Salah seorang warga asal Desa Panyabarangan, Kecamatan Cikeusal, Muhammad Nur Yusuf mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten itu. Dia menyebut, BLT BBM Banten sangat membantu dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pria yang berprofesi sebagai sopir itu mengaku, kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah cukup memberatkan dirinya. Menurutnya, kenaikan harga yang diterapkan terlalu tinggi.

“Terlalu tinggi naiknya. Biasanya kan naiknya gope (Rp500), ini mah langsung Rp2.000-an. Jadi, enggak bisa ngimbangin sama kebutuhan di rumah,” keluhnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1549 seconds (10.177#12.26)