Soimah Menangis Tak Punya Uang untuk Laporkan Kejanggalan Kematian Anaknya di Ponpes Gontor

Rabu, 07 September 2022 - 20:03 WIB
loading...
Soimah Menangis Tak...
Kabar tewasnya AM di Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ponorogo yang viral terungkap setelah ibunya, Soimah menangis dan mengadu ke pengacara Hotman Paris. Foto/Ist
A A A
PALEMBANG - Kabar tewasnya AM, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jatim yang viral di media sosial terungkap setelah ibunya, Soimah sembari menangis mengadu ke pengacara terkenal Hotman Paris.

Soimah Menangis Tak Punya Uang untuk Laporkan Kejanggalan Kematian Anaknya di Ponpes Gontor

Foto/Ist

Soimah menyampaikan anaknya diduga meninggal karena dianiaya. Dia menjelaskan pada 22 Agustus 2022 pukul 06.45 WIB anaknya AM meninggal dunia. Namun dia baru mendapatkan kabar 3 jam setelahnya, yakni pada pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Anak Meninggal di Ponpes Gontor Diduga Akibat Kekerasan, Orang Tua Cari Keadilan

Kemudian Soimah menduga putranya tewas karena dianiaya. Dia menjelaskan alasan belum berani melaporkan ke polisi karena kasus ini bersangkutan dengan lembaga besar.

Terlebih lagi ia tidak memiliki uang untuk biaya berangkat menuju ke daerah di mana anaknya menempuh pendidikan.

“Ibu Soimah terus menangis sambil mengatakan bahwa anaknya meninggal dunia karena dianiaya, dan ia tidak memiliki banyak uang agar bisa berangkat untuk membuat laporan polisi,” ungkap Hotman.

Ditambahkan Soimah bahwa ada kejanggalan pada jenazah anaknya yakni saat dimakamkan ada darah yang keluar dari kain kafannya sehingga kafan harus diganti sebanyak dua kali.

Baca juga: Ponpes Gontor Akui Ada Penganiayaan Santri hingga Meninggal, Pelaku Dikeluarkan Permanen

“Anak saya sudah dimakamkan tapi ada kejanggalan pada kematian anak saya," katanya.

Ponpes Gontor kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Mereka berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Dan berdasarkan informasi yang diperoleh AM tewas karena diduga dianiaya oleh rekannya. Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2022.

Ponpes Modern Darussalam Gontor baru menyampaikan pernyataan resmi terkait kasus ini pada 5 September 2022.



Juru bicara Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ustaz Noor Syahid menjelaskan mengapa mereka baru mengungkap kasus ini.

“Saat sebelum masuk ke Gontor ortu atau bapak telah menandatangani surat penyerahan anak ke pondok. Ada poin kesanggupan salah satunya tidak membawa ke ranah hukum,” katanya.

Namun, karena kasus ini sudah ramai dan orang tua AM yakni Siti Soimah sudah mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris, akhirnya mereka sepakat melapor polisi.

Noor Syahid kemudian menceritakan sebelum AM dinyatakan meninggal. AM sebelumnya ditunjuk sebagai ketua perkemahan Kamis-Jumat pada 18-19 Agustus 2022.

Ponpes Modern Darussalam Gontor ketika itu mau melaksanakan perkemahan setiap Kamis-Jumat pada santri baru.

Sebagai ketua pelaksana, korban harus mengumpulkan barang pinjaman dan disimpan di gudang pada Jumat dan Sabtu.

Pada Senin atau hari kejadian akhirnya dilakukan pemeriksaan barang. Nahas, di sana terjadi peristiwa dugaan penganiayaan.

“Kemungkinan terjadi di situ. Senin kejadiannya. Yang jelas Gontor berduka,” ucap Noor Syahid.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved