Pandemi COVID-19, Angka Akseptor Jateng Naik Turun
Kamis, 02 Juli 2020 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya belum bisa menghitung apakah kehamilan saat pandemi COVID benar-benar meningkat. Namun dia memastikan, pelayanan KB masih terus dilakukan meski pandemi masih berlangsung. Pelayanan tersebut lebih inovatif melalui online maupun penerapan protokol kesehatan di tiap fasilitas kesehatan.
“Zona merah, atau hijau tetap pelayanan KB dilakukan. Namun, berbeda dengan kondisi normal. Akseptor bisa menghubungi bidan untuk janjian supaya tidak terjadi antrean panjang dan tidak ramai. Untuk konsultasi bisa lewat online atau media sosial,” kata dia.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi KB dilakukan dengan memanfaatkan Mobil Unit Penerangan (Mupen) yang beroperasi di tiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
“Kami juga membagi pil kondom supaya akseptor tidak putus. Pembagiannya ada yang lewat ojek online,” kata Martin.
Untuk meningkatkan akseptor, Jawa Tengah ikut menggenjot capaian program KB Gratis Sejuta Akseptor. Bahkan pelaksanaannya di provinsi ini melebihi target, yakni mencapai lebih dari 173.000 orang akseptor dari target 147.654 orang.
“Zona merah, atau hijau tetap pelayanan KB dilakukan. Namun, berbeda dengan kondisi normal. Akseptor bisa menghubungi bidan untuk janjian supaya tidak terjadi antrean panjang dan tidak ramai. Untuk konsultasi bisa lewat online atau media sosial,” kata dia.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi KB dilakukan dengan memanfaatkan Mobil Unit Penerangan (Mupen) yang beroperasi di tiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
“Kami juga membagi pil kondom supaya akseptor tidak putus. Pembagiannya ada yang lewat ojek online,” kata Martin.
Untuk meningkatkan akseptor, Jawa Tengah ikut menggenjot capaian program KB Gratis Sejuta Akseptor. Bahkan pelaksanaannya di provinsi ini melebihi target, yakni mencapai lebih dari 173.000 orang akseptor dari target 147.654 orang.
Lihat Juga :