Asal Usul Pondok Cabe, Dimulai dari Gubuk Singgah hingga Hunian Mewah
Senin, 05 September 2022 - 06:07 WIB
loading...
Bandara Pondok Cabe mulai melayani penerbangan komersil untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Foto: Dok/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Pondok Cabe merupakan nama sebuah wilayah kelurahan di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan . Pondok Cabe ini dikenal sebagai wilayah hunian di pinggiran Jakarta.
Sejak dilakukan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, wilayah ini mulai dilirik oleh para developer untuk membangun perumahan baru. Kini, Pondok Cabe mampu menjadi pasar properti yang populer di wilayah Tangerang Selatan. Baca juga: Penampakan Jembatan Pondok Cabe-Cinere Terendam Banjir, Begini Kondisinya
Memiliki nama yang unik, penamaan Pondok Cabe bukanlah merujuk pada sentra produksi cabe atau cabai. Kata “cabe” di sini merupakan pelintiran dari kata “capek”.
Konon katanya terdapat bukit yang terletak di ujung timur Bandara Pondok Cabe. Di bawah bukit tersebut, terdapat gubuk yang biasa menjadi tempat singgah.
Saat itu, belum terdapat angkutan umum sehingga orang-orang yang pulang pergi dari Depok dan Bogor menuju ke Pasar Ciputat dan Pasar Kebayoran Lama harus berjalan kaki. Karena banyaknya orang yang beristirahat di situ, mereka menamainya sebagai Pondok Cape, yang kemudian menjadi Pondok Cabe.
Wilayah Pondok Cabe tidak bisa lepas dari sosok Kumpi Nurmi. Kumpi sendiri merupakan sebutan yang berarti nenek dalam bahasa Indonesia, sehingga jika diartikan menjadi Nenek Nurmi.
Sejak dilakukan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, wilayah ini mulai dilirik oleh para developer untuk membangun perumahan baru. Kini, Pondok Cabe mampu menjadi pasar properti yang populer di wilayah Tangerang Selatan. Baca juga: Penampakan Jembatan Pondok Cabe-Cinere Terendam Banjir, Begini Kondisinya
Memiliki nama yang unik, penamaan Pondok Cabe bukanlah merujuk pada sentra produksi cabe atau cabai. Kata “cabe” di sini merupakan pelintiran dari kata “capek”.
Konon katanya terdapat bukit yang terletak di ujung timur Bandara Pondok Cabe. Di bawah bukit tersebut, terdapat gubuk yang biasa menjadi tempat singgah.
Saat itu, belum terdapat angkutan umum sehingga orang-orang yang pulang pergi dari Depok dan Bogor menuju ke Pasar Ciputat dan Pasar Kebayoran Lama harus berjalan kaki. Karena banyaknya orang yang beristirahat di situ, mereka menamainya sebagai Pondok Cape, yang kemudian menjadi Pondok Cabe.
Wilayah Pondok Cabe tidak bisa lepas dari sosok Kumpi Nurmi. Kumpi sendiri merupakan sebutan yang berarti nenek dalam bahasa Indonesia, sehingga jika diartikan menjadi Nenek Nurmi.
Lihat Juga :