Resmikan Gedung GBI Jelambar Timur, Anies Tekankan Pentingnya Toleransi Imbal Balik
Minggu, 04 September 2022 - 09:10 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jelambar Timur, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jelambar Timur, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 3 September 2022. Gedung GBI dibangun pada 20 Juni 2020 dan rampung Agustus 2022.
Dalam kesempatan itu, Anies berpesan pentingnya toleransi imbal balik sebagai perwujudan Jakarta sebagai kota yang membahagiakan, menenangkan, meneduhkan, dan mendamaikan.
Baca juga: Anies Buka Malam Final Pemilihan Abang None 2022 dengan Pantun
"Kami merasa senang bahwa di Jakarta masing-masing umat beragama bisa menjalankan agamanya dengan baik. Bila itu terus diwujudkan maka kota ini menjadi kota yang membahagiakan," kata Anies.
![Resmikan Gedung GBI Jelambar Timur, Anies Tekankan Pentingnya Toleransi Imbal Balik]()
"Kota yang menenangkan dan suasananya teduh dan damai untuk semua. Saya ucapkan selamat GBI Jelambar Timur," lanjut Anies.
Anies mengartikan toleransi bukan berasal dari satu pihak semata, melainkan berasal dari berbagai pihak. Masing-masing pihak memberikan rasa kepedulian, perhatian, pemahaman sehingga toleransi tersebut bergerak dua arah.
Dalam kesempatan itu, Anies berpesan pentingnya toleransi imbal balik sebagai perwujudan Jakarta sebagai kota yang membahagiakan, menenangkan, meneduhkan, dan mendamaikan.
Baca juga: Anies Buka Malam Final Pemilihan Abang None 2022 dengan Pantun
"Kami merasa senang bahwa di Jakarta masing-masing umat beragama bisa menjalankan agamanya dengan baik. Bila itu terus diwujudkan maka kota ini menjadi kota yang membahagiakan," kata Anies.

"Kota yang menenangkan dan suasananya teduh dan damai untuk semua. Saya ucapkan selamat GBI Jelambar Timur," lanjut Anies.
Anies mengartikan toleransi bukan berasal dari satu pihak semata, melainkan berasal dari berbagai pihak. Masing-masing pihak memberikan rasa kepedulian, perhatian, pemahaman sehingga toleransi tersebut bergerak dua arah.
Lihat Juga :