Pengadaan Pesawat dan Helikopter di Mimika Bermasalah, Pilot Asli Papua Angkat Bicara
Kamis, 01 September 2022 - 21:12 WIB
loading...
Pilot asli Papua, Nalio Jangput mendukung langkah Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dua pesawat di Pemda Mimika. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi (Kejati) Papua tentang dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat Cessna Grand Caravan C-208 EX dan Helikopter Airbus H-125 Pemda Mimika menuai reaksi masyarakat Mimika.
Kejati Provinsi Papua telah menaikkan status penyidikan kasus pengadaan dua pesawat tersebut. Kejati Papua Nikolaus Kondomo mengatakan sebanyak 14 orang saksi telah diperiksa. Hasilnya ternyata pembelian helikopter tersebut menggunakan izin reekspor sementara. Sehingga harus terus diperpanjang tiap tiga tahunnya.
Baca juga: Kejati Papua Naikkan Status Penyidikan Dugaan Penyelewengan Pengadaan 2 Pesawat di Mimika
"Untuk pesawat Cessna Grand Carava ada di hanggar Mimika, namun untuk helikopter Airbus belum di Timika, informasi yang diperoleh ada di PNG," ucapnya.
Dukungan atas keseriusan penegak hukum dalam menangani kasus tersebut di antaranya disampaikan pilot asli Papua, Nalio Jangput.
Kejati Provinsi Papua telah menaikkan status penyidikan kasus pengadaan dua pesawat tersebut. Kejati Papua Nikolaus Kondomo mengatakan sebanyak 14 orang saksi telah diperiksa. Hasilnya ternyata pembelian helikopter tersebut menggunakan izin reekspor sementara. Sehingga harus terus diperpanjang tiap tiga tahunnya.
Baca juga: Kejati Papua Naikkan Status Penyidikan Dugaan Penyelewengan Pengadaan 2 Pesawat di Mimika
"Untuk pesawat Cessna Grand Carava ada di hanggar Mimika, namun untuk helikopter Airbus belum di Timika, informasi yang diperoleh ada di PNG," ucapnya.
Dukungan atas keseriusan penegak hukum dalam menangani kasus tersebut di antaranya disampaikan pilot asli Papua, Nalio Jangput.
Lihat Juga :