Rusak Portal Kawasan Wisata dan Restoran di Pakuhaji, 9 Orang Jadi Tersangka
Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:27 WIB
loading...
Portal dan papan peringatan yang dipasang Kecamatan Pakuhaji dirusak. Portal tersebut berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang atau persisnya di pinggir jalan menuju pintu masuk kawasan wisata dan sebuah restoran. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Portal dan papan peringatan yang dipasang Kantor Kecamatan Pakuhaji dirusak, bahkan raib dari tempatnya. Portal tersebut berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang atau persisnya di pinggir jalan menuju pintu masuk kawasan wisata dan sebuah restoran .
Atas kejadian itu, petugas Satpol PP Kecamatan Pakuhaji melapor ke Polres Metro Tangerang Kota dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/500/III/2022/SPKT/Restro Tangerang Kota tanggal 29 Maret 2022.
Camat Pakuhaji Asmawi membenarkan pelaporan terkait dugaan tindak pidana perusakan. Jadi, pelaporan ke polisi bukan karena kawasan wisata dan restoran tersebut tak memiliki izin.
Baca juga: Di Setiabudi, 5 Fasilitas Umum Dirusak Demonstrans
Menurut dia, portal yang dirusak sengaja dipasang dalam rangka menegakkan Perda. Pemasangan dilakukan di jalan menuju lokasi kawasan wisata dan restoran karena yang bersangkutan belum mengantongi izin, salah satunya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Ya benar, ada pelaporan dugaan perusakan portal yang kita pasang kaitannya dengan pemberhentian sementara operasi kegiatan karena tidak ada izin," ujar Asmawi, Rabu (31/8/2022).
Atas kejadian itu, petugas Satpol PP Kecamatan Pakuhaji melapor ke Polres Metro Tangerang Kota dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/500/III/2022/SPKT/Restro Tangerang Kota tanggal 29 Maret 2022.
Camat Pakuhaji Asmawi membenarkan pelaporan terkait dugaan tindak pidana perusakan. Jadi, pelaporan ke polisi bukan karena kawasan wisata dan restoran tersebut tak memiliki izin.
Baca juga: Di Setiabudi, 5 Fasilitas Umum Dirusak Demonstrans
Menurut dia, portal yang dirusak sengaja dipasang dalam rangka menegakkan Perda. Pemasangan dilakukan di jalan menuju lokasi kawasan wisata dan restoran karena yang bersangkutan belum mengantongi izin, salah satunya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Ya benar, ada pelaporan dugaan perusakan portal yang kita pasang kaitannya dengan pemberhentian sementara operasi kegiatan karena tidak ada izin," ujar Asmawi, Rabu (31/8/2022).
Lihat Juga :