Angkut 400 Ton Tiap Hari, Kondisi Truk Sampah di Tangsel Memprihatinkan
Rabu, 31 Agustus 2022 - 16:52 WIB
loading...
Sejumlah truk pengangkut sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak lama dalam kondisi memprihatinkan. Foto: MNC Portal Indonesia/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Sejumlah truk pengangkut sampah di Kota Tangerang Selatan ( Tangsel ) sejak lama dalam kondisi memprihatinkan. Kendaraan tersebut harus tetap dioperasikan setiap hari lantaran belum ada truk pengganti.
Truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu banyak mengalami kerusakan parah pada bagian bak pengangkut sampah. Lubang-lubang besar terlihat pada dinding bak akibat korosi. Baca juga: 40 Armada Truk Sampah Bekasi Tak Layak Beroperasi
Saat truk melaju mengangkut sampah, lubang pada bak truk ditutupi rapat lapisan terpal. Risiko baru muncul saat muatannya terisi penuh sesak, sebab tak ada jaminan dinding-dinding bak yang sudah lapuk itu mampu menahan beban.
Jumlah unit truk yang bak pengangkutnya rusak parah itu tak sedikit. Hampir tiap pagi hingga menjelang siang, truk-truk tersebut sibuk mengambil sampah keluar-masuk pemukiman untuk diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong.
"Armada semua totalnya itu kurang lebih 120-an unit. Campur antara roda 3, pikap, dam truk, dan konvektor. Paling banyak dam truk sama pikap, tapi banyak juga yang kondisinya mau engggak mau (tetap) dipakai," terang Kepala Seksi Pengangkutan DLH Kota Tangsel Zeky Yamani kepada wartawan di Tangsel, Rabu (31/8/2022).
Zeky mengatakan, truk-truk yang kondisi bak pengangkutnya rusak parah itu tetap dipaksakan beroperasi karena belum ada kendaraan pengganti. Apalagi produksi sampah di Tangsel tiap hari tetap tinggi hingga memerlukan banyak kendaraan untuk menjemput ke masing-masing lokasi.
"Tinggal kita bagaimana merawatnya, kebetulan armada yang kita punya memang butuh perhatian. Butuh perhatian ini bukan serta merta dikesampingkan dari sisi positifnya (pelayanan)," jelasnya.
Truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu banyak mengalami kerusakan parah pada bagian bak pengangkut sampah. Lubang-lubang besar terlihat pada dinding bak akibat korosi. Baca juga: 40 Armada Truk Sampah Bekasi Tak Layak Beroperasi
Saat truk melaju mengangkut sampah, lubang pada bak truk ditutupi rapat lapisan terpal. Risiko baru muncul saat muatannya terisi penuh sesak, sebab tak ada jaminan dinding-dinding bak yang sudah lapuk itu mampu menahan beban.
Jumlah unit truk yang bak pengangkutnya rusak parah itu tak sedikit. Hampir tiap pagi hingga menjelang siang, truk-truk tersebut sibuk mengambil sampah keluar-masuk pemukiman untuk diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong.
"Armada semua totalnya itu kurang lebih 120-an unit. Campur antara roda 3, pikap, dam truk, dan konvektor. Paling banyak dam truk sama pikap, tapi banyak juga yang kondisinya mau engggak mau (tetap) dipakai," terang Kepala Seksi Pengangkutan DLH Kota Tangsel Zeky Yamani kepada wartawan di Tangsel, Rabu (31/8/2022).
Zeky mengatakan, truk-truk yang kondisi bak pengangkutnya rusak parah itu tetap dipaksakan beroperasi karena belum ada kendaraan pengganti. Apalagi produksi sampah di Tangsel tiap hari tetap tinggi hingga memerlukan banyak kendaraan untuk menjemput ke masing-masing lokasi.
"Tinggal kita bagaimana merawatnya, kebetulan armada yang kita punya memang butuh perhatian. Butuh perhatian ini bukan serta merta dikesampingkan dari sisi positifnya (pelayanan)," jelasnya.
Lihat Juga :