BNN Sita 239,5 Kg Sabu di Sulsel Sepanjang 2021-2022
Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
"Khusus Sulsel, kami melihat bahwa banyak supply (pasokan) yang datang karena demand (permintaan) yang lumayan, dan lebih dari 70 persen penghuni lapas itu ditempati pengguna narkotika. Artinya, kejahatan narkotika masih lebih banyak dari kejahatan umum," tuturnya.
"Saya juga cek ke jajaran rehabilitasi, terutama yang dipunyai BNNP dan yang rawat jalan, siapa yang paling banyak direhabilitasi di Sulsel, semua pengguna sabu," imbuh Reinhard.
Secara nasional, penggunaan narkotika di Indonesia didominasi oleh konsumsi ganja yang mencapai 41,4 persen, disusul sabu 25,7 persen, serta dextro dan pil koplo sebanyak 11,8 persen.
Reinhard menuturkan, masuknya peredaran narkotika di Indonesia banyak berasal Panama, lalu negara-negara Amerika Selatan seperti Argentina, Kolombia, dan Ekuador. Kemudian dari Golden Triangle, yakni Myanmar, Laos, dan Thailand.
"Di Argentina baru saja ditangkap sekitar 70-an ton lebih, Panama 134 ton, Kolombia 1.200 ton, dan Ekuador 78 ton. Ada kurir Indonesia tertangkap di Ekuador tapi tidak dihukum, hanya dideportasi karena saking banyaknya kartel yang terlibat," bebernya.
Untuk menekan peredaran narkotika di tanah air, sambung Reinhard, pihaknya menyusun strategi war on drugs yang menekankan pada pendekatan yang lebih humanis. Oleh karena itu, juga diperlukan sinergitas semua pihak untuk memberantas penyalahgunaan narkotika.
"Saya juga cek ke jajaran rehabilitasi, terutama yang dipunyai BNNP dan yang rawat jalan, siapa yang paling banyak direhabilitasi di Sulsel, semua pengguna sabu," imbuh Reinhard.
Secara nasional, penggunaan narkotika di Indonesia didominasi oleh konsumsi ganja yang mencapai 41,4 persen, disusul sabu 25,7 persen, serta dextro dan pil koplo sebanyak 11,8 persen.
Reinhard menuturkan, masuknya peredaran narkotika di Indonesia banyak berasal Panama, lalu negara-negara Amerika Selatan seperti Argentina, Kolombia, dan Ekuador. Kemudian dari Golden Triangle, yakni Myanmar, Laos, dan Thailand.
"Di Argentina baru saja ditangkap sekitar 70-an ton lebih, Panama 134 ton, Kolombia 1.200 ton, dan Ekuador 78 ton. Ada kurir Indonesia tertangkap di Ekuador tapi tidak dihukum, hanya dideportasi karena saking banyaknya kartel yang terlibat," bebernya.
Untuk menekan peredaran narkotika di tanah air, sambung Reinhard, pihaknya menyusun strategi war on drugs yang menekankan pada pendekatan yang lebih humanis. Oleh karena itu, juga diperlukan sinergitas semua pihak untuk memberantas penyalahgunaan narkotika.
Lihat Juga :