Legenda Perahu Terbalik dari Kisah Sangkuriang, Ini Pendapat Ahli Geologi Unpad
Senin, 29 Agustus 2022 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Ahli geologi memperkirakan dasar keliling dari gunung ini sebesar 20 kilometer dan memiliki tinggi sekira 4.000 meter di atas permukaan laut. Gunung ini kemudian mengalami erupsi eksplosif yang mengeluarkan material komposisi asam dengan komposisi silika di atas 70 persen dan berwarna putih pucat.
“Karena kandungan silika yang tinggi ini, gunung terlihat menjadi putih yang dalam bahasa Sanskerta disebut Çunda,” terangnya.
Kemudian, 100 ribu tahun lalu, gunung ini kembali meletus dengan sangat besar. Diperkirakan 2/3 tubuh gunung ini hancur dan menyisakan kaldera seluas 6×7 kilometer. Banyaknya material yang jatuh kemudian membendung sungai Citarum Purba di wilayah barat (sekarang Padalarang) sehingga membentuk Danau Bandung.
Selanjutnya, papar Prof. Nana, 90 ribu tahun lalu, dari dasar kaldera kemudian muncul lava yang berangsur membentuk tubuh gunung api. Letusan puncak gunung api ini berpindah dari beberapa kawah sehingga membuat puncaknya terpotong dan menjadi datar menyerupai seperti perahu terbalik.
Gunung ini kemudian dikenal dengan nama Tangkubanparahu. “Peristiwa ini digambarkan dengan amarah Sangkuriang karena tidak berhasil menikahi Dayang Sumbi yang merupakan ibunya sendiri, maka perahu yang sudah dibuat kemudian ditendangnya hingga terbalik. Dalam ilmu geologi ini adalah lahirnya Gunung Tangkubanparahu,” paparnya.
“Karena kandungan silika yang tinggi ini, gunung terlihat menjadi putih yang dalam bahasa Sanskerta disebut Çunda,” terangnya.
Kemudian, 100 ribu tahun lalu, gunung ini kembali meletus dengan sangat besar. Diperkirakan 2/3 tubuh gunung ini hancur dan menyisakan kaldera seluas 6×7 kilometer. Banyaknya material yang jatuh kemudian membendung sungai Citarum Purba di wilayah barat (sekarang Padalarang) sehingga membentuk Danau Bandung.
Selanjutnya, papar Prof. Nana, 90 ribu tahun lalu, dari dasar kaldera kemudian muncul lava yang berangsur membentuk tubuh gunung api. Letusan puncak gunung api ini berpindah dari beberapa kawah sehingga membuat puncaknya terpotong dan menjadi datar menyerupai seperti perahu terbalik.
Gunung ini kemudian dikenal dengan nama Tangkubanparahu. “Peristiwa ini digambarkan dengan amarah Sangkuriang karena tidak berhasil menikahi Dayang Sumbi yang merupakan ibunya sendiri, maka perahu yang sudah dibuat kemudian ditendangnya hingga terbalik. Dalam ilmu geologi ini adalah lahirnya Gunung Tangkubanparahu,” paparnya.
Lihat Juga :