Kejati Papua Naikkan Status Penyidikan Dugaan Penyelewengan Pengadaan 2 Pesawat di Mimika
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, dua pesawat yang dipesan Dinas Perhubungan Mimika tersebut untuk melayani masyarakat Mimika.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Bingung Didatangi 3 Psikolog dari Jakarta, Ada Apa?
"Lalu Kadis Perhubungan Kabupaten Mimika melakukan kontrak kerjasama dengan Asian One Air, tentang pengadaan dan operasional pesawat dengan nilai kontrak awal Rp79 miliar lebih. Selanjutnya dilakukan penambahan pada 14 September 2015 senilai Rp6 miliar lebih. Sehingga nilai kontrak menjadi Rp85,7 milyar," paparnya.
Rinciannya, harga pesawat Grand Caravan Rp34 miliar, Helikopter Airbus H125 Rp43,8 miliar lebih. Ditambah mobilitas pesawat, pengadaan dan pemasangan AP, STOL, biaya pra operasi, sehingga total mencapai Rp85,7 miliar lebih.
Pembayaran dilakukan tiga tahap, yakni uang muka sebesar 20 persen, lalu tahap pertama 70 persen, dan tahap kedua sebesar 30 persen.
Kajati mengungkapkan dalam penyidikan awal diketahui bahwa diduga terjadi penyimpangan, yakni pembelian Helikopter Airbus H125 menggunakan izin impor sementara.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Bingung Didatangi 3 Psikolog dari Jakarta, Ada Apa?
"Lalu Kadis Perhubungan Kabupaten Mimika melakukan kontrak kerjasama dengan Asian One Air, tentang pengadaan dan operasional pesawat dengan nilai kontrak awal Rp79 miliar lebih. Selanjutnya dilakukan penambahan pada 14 September 2015 senilai Rp6 miliar lebih. Sehingga nilai kontrak menjadi Rp85,7 milyar," paparnya.
Rinciannya, harga pesawat Grand Caravan Rp34 miliar, Helikopter Airbus H125 Rp43,8 miliar lebih. Ditambah mobilitas pesawat, pengadaan dan pemasangan AP, STOL, biaya pra operasi, sehingga total mencapai Rp85,7 miliar lebih.
Pembayaran dilakukan tiga tahap, yakni uang muka sebesar 20 persen, lalu tahap pertama 70 persen, dan tahap kedua sebesar 30 persen.
Kajati mengungkapkan dalam penyidikan awal diketahui bahwa diduga terjadi penyimpangan, yakni pembelian Helikopter Airbus H125 menggunakan izin impor sementara.
Lihat Juga :