Keluarga Brigadir J Bingung Didatangi 3 Psikolog dari Jakarta, Ada Apa?
Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:36 WIB
loading...
Keluarga mendiang Brigadir J di Desa Mekarsari Makmur, Sungaibahar, Muarojambi, Jambi didatangi tiga psikolog dari Jakarta. Foto/MPI/Azhari Sultan Jambi
A
A
A
JAMBI - Keluarga mendiang Brigadir J atau Nopriansyah Yoshua Hutabarat di Desa Mekarsari Makmur, Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi didatangi tiga psikolog dari Jakarta.
![Keluarga Brigadir J Bingung Didatangi 3 Psikolog dari Jakarta, Ada Apa?]()
Foto/MPI/Azhari Sultan
Tante mendiang Brigadir J atau Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Roslin Simanjuntak mengaku bingung didatangi tiga psikolog dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) Jakarta.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Minta Ferdy Sambo Dipecat dengan Tidak Hormat
"Ada tim psikolog datangi keluarga, makanya kami bingung," ungkapnya, Kamis (25/8/2022).
Menurutnya, kedatangan mereka menanyakan kepribadian almarhum dari bayi hingga remaja.
"Mereka menanyakan perilaku kehidupan keseharian, latar belakang Yoshua, saat bayi, di sekolah hingga dewasa. Adakah tingkah laku yang lain," katanya.
Roslin menambahkan, bahwa mendiang Brigadir Yosua sejak bayi selalu dalam gendongannya.
Baca juga: Mahfud MD Minta Polri Beri Perlindungan untuk Keluarga Brigadir J
"Dari kecil, almarhum itu saya yang menggendongnya. Jadi tahu sifatnya sampai remaja hingga menjadi polisi dan sampai menjadi ajudan Pak Sambo," tuturnya.
Tidak hanya itu, sambungnya, bahwa Yoshua, orangnya selalu mengalah tidak mau buat keributan.
"Penilaian kami, anak keponakan kami baik dan normal. Anak yang luar biasa," tegas Roslin.
Tidak hanya pihak keluarga yang didatanginya, tapi teman prianya juga ada yang didatanginya.
"Teman lakinya ditanyakan kalau boncengan motor dengan Yoshua, gimana gerakannya," katanya.
Dia juga menilai, kedatangan tim psikolog tersebut diduga untuk mengetahuinya ada kelainan dari Brigadir Yoshua selama hidupnya.
Karena itu, Roslin heran kenapa baru 50 hari sejak kematiannya baru datang. "Kenapa baru 50 hari baru datang. Katanya, nunggu surat penugasan untuk melaksanakan tugas. Ada sekitar satu jam lah kami ditanyain," imbuhnya
Surat tugas tersebut ditandatangani Ketua Apsifor, Reni Kusumowardhani. Sedangkan tiga orang tim pemeriksa psikolog terdiri dari ketua dan anggotanya, yakni Zera Mendoza, Nila Anggreany dan Reni Iskandar.

Foto/MPI/Azhari Sultan
Tante mendiang Brigadir J atau Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Roslin Simanjuntak mengaku bingung didatangi tiga psikolog dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) Jakarta.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Minta Ferdy Sambo Dipecat dengan Tidak Hormat
"Ada tim psikolog datangi keluarga, makanya kami bingung," ungkapnya, Kamis (25/8/2022).
Menurutnya, kedatangan mereka menanyakan kepribadian almarhum dari bayi hingga remaja.
"Mereka menanyakan perilaku kehidupan keseharian, latar belakang Yoshua, saat bayi, di sekolah hingga dewasa. Adakah tingkah laku yang lain," katanya.
Roslin menambahkan, bahwa mendiang Brigadir Yosua sejak bayi selalu dalam gendongannya.
Baca juga: Mahfud MD Minta Polri Beri Perlindungan untuk Keluarga Brigadir J
"Dari kecil, almarhum itu saya yang menggendongnya. Jadi tahu sifatnya sampai remaja hingga menjadi polisi dan sampai menjadi ajudan Pak Sambo," tuturnya.
Tidak hanya itu, sambungnya, bahwa Yoshua, orangnya selalu mengalah tidak mau buat keributan.
"Penilaian kami, anak keponakan kami baik dan normal. Anak yang luar biasa," tegas Roslin.
Tidak hanya pihak keluarga yang didatanginya, tapi teman prianya juga ada yang didatanginya.
"Teman lakinya ditanyakan kalau boncengan motor dengan Yoshua, gimana gerakannya," katanya.
Dia juga menilai, kedatangan tim psikolog tersebut diduga untuk mengetahuinya ada kelainan dari Brigadir Yoshua selama hidupnya.
Karena itu, Roslin heran kenapa baru 50 hari sejak kematiannya baru datang. "Kenapa baru 50 hari baru datang. Katanya, nunggu surat penugasan untuk melaksanakan tugas. Ada sekitar satu jam lah kami ditanyain," imbuhnya
Surat tugas tersebut ditandatangani Ketua Apsifor, Reni Kusumowardhani. Sedangkan tiga orang tim pemeriksa psikolog terdiri dari ketua dan anggotanya, yakni Zera Mendoza, Nila Anggreany dan Reni Iskandar.
(shf)
Lihat Juga :