Plt Gubernur Aceh Luncurkan Gerakan Donor Darah ASN Disaksikan Jusuf Kalla
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dalam sambutan singkatnya saat Vidcon dengan Plt Gubernur Aceh, Sekda dan seluruh Kepala SKPA, Ketum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kala mengapresiasi Gerakan Donor Darah ASN Pemerintah Aceh, yang diinisiasi oleh Plt Gubernur dan Sekda Aceh.
“Secara pribadi dan atas nama organisasi PMI, saya mengapresiasi respon Plt Gubernur bersama Sekda Aceh terhadap kelangkaan darah di masa pandemi Covid-19, dengan menginisiasi Gerakan Donor Darah ASN Pemerintah Aceh,” ujar mantan Wakil Preaiden RI itu.
Donor darah, sambung JK, adalah bentuk kasih sayang Allah yang menguntungkan kedua belah pihak. “Yang memberi sehat yang menerima sembuh. Jadi, para pendonor akan tetap sehat karena sirkulasi darahnya terus diperbaharui secara alami, dan penerima donor, Insya Allah akan sembuh dengan asupan darah yang kita donorkan. Ini adalah salah satu Rahmat yang Allah berikan kepada kita umat manusia,” sambung JK.
JK juga menjelaskan, bahwa dalam dunia medis, darah adalah satu-satunya elemen yang tidak bisa diduplikasi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan darah hanya satu, yaitu dengan donor darah. JK menambahkan, kebutuhan darah adalah 2 persen dari jumlah penduduk per tahun. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta lebih, maka asumsi kebutuhan darah Indonesia per tahun adalah 5,2 juta kantong.
“Selama ini, Indonesia hanya mampu memenuhi 90 persen kebutuhan darah. Kondisi pandemi Covid-19 ini membuat stok darah kita semakin berkurang. Kebijakan pembatasan akibat pandemi berimbas pada menurunnya aktifitas PMI, yang selama ini secara mobile melakukan donor darah ke kampus dan instansi-instansi, untuk memenuhi kebutuhan darah. Dan, selama pandemi Covid-19 ini, kami melihat Pemerintah Aceh yang sangat responsif mengatasi berkurangnya stok darah,” kata JK.
“Secara pribadi dan atas nama organisasi PMI, saya mengapresiasi respon Plt Gubernur bersama Sekda Aceh terhadap kelangkaan darah di masa pandemi Covid-19, dengan menginisiasi Gerakan Donor Darah ASN Pemerintah Aceh,” ujar mantan Wakil Preaiden RI itu.
Donor darah, sambung JK, adalah bentuk kasih sayang Allah yang menguntungkan kedua belah pihak. “Yang memberi sehat yang menerima sembuh. Jadi, para pendonor akan tetap sehat karena sirkulasi darahnya terus diperbaharui secara alami, dan penerima donor, Insya Allah akan sembuh dengan asupan darah yang kita donorkan. Ini adalah salah satu Rahmat yang Allah berikan kepada kita umat manusia,” sambung JK.
JK juga menjelaskan, bahwa dalam dunia medis, darah adalah satu-satunya elemen yang tidak bisa diduplikasi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan darah hanya satu, yaitu dengan donor darah. JK menambahkan, kebutuhan darah adalah 2 persen dari jumlah penduduk per tahun. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta lebih, maka asumsi kebutuhan darah Indonesia per tahun adalah 5,2 juta kantong.
“Selama ini, Indonesia hanya mampu memenuhi 90 persen kebutuhan darah. Kondisi pandemi Covid-19 ini membuat stok darah kita semakin berkurang. Kebijakan pembatasan akibat pandemi berimbas pada menurunnya aktifitas PMI, yang selama ini secara mobile melakukan donor darah ke kampus dan instansi-instansi, untuk memenuhi kebutuhan darah. Dan, selama pandemi Covid-19 ini, kami melihat Pemerintah Aceh yang sangat responsif mengatasi berkurangnya stok darah,” kata JK.