Kebakaran di Putri Duyung Ancol, Sumber Api Berasal dari Cottage Paus 100
Senin, 22 Agustus 2022 - 00:13 WIB
loading...
Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol menyatakan kebakaran di Putri Duyung Cottage Ancol berasal dari Paus 100.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol menyatakan kebakaran di Putri Duyung Cottage Ancol berasal dari Paus 100. Penyebab kebakaran di Putri Duyung Cottage ini masih dalam penyelidikan.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ariyadi Eko Nugroho mengatakan, kebakaran di Putri Duyung Cottage berasal dari salah satu bangunan cottage yang kemudian merambat ke dua bangunan lainnya.
"Asal api terlihatnya dari lantai 2. Di unit yang pertama (Paus 100) sih yang ada penghuninya, yang lainnya tidak ada. Ini yang terbakar Paus 100, Paus 200, dan Paus 300. Untuk saat ini penyebab masih diselidiki," kata Eko Nugroho pada Minggu (21/8/2022).
Eko menuturkan, pengelola Taman Impian Jaya Ancol juga tengah melakukan penghitungan potensial nilai kerugian musibah kebakaran di Putri Duyung Cottage tersebut.
"Kami masih terus bersama dengan pihak berwenang menyelidiki penyebab dari musibah ini, nanti akan terus kami update. Termasuk menghitung kerugian (materil), masih belum bisa kami sampaikan, masih kami taksir," tuturnya.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ariyadi Eko Nugroho mengatakan, kebakaran di Putri Duyung Cottage berasal dari salah satu bangunan cottage yang kemudian merambat ke dua bangunan lainnya.
"Asal api terlihatnya dari lantai 2. Di unit yang pertama (Paus 100) sih yang ada penghuninya, yang lainnya tidak ada. Ini yang terbakar Paus 100, Paus 200, dan Paus 300. Untuk saat ini penyebab masih diselidiki," kata Eko Nugroho pada Minggu (21/8/2022).
Eko menuturkan, pengelola Taman Impian Jaya Ancol juga tengah melakukan penghitungan potensial nilai kerugian musibah kebakaran di Putri Duyung Cottage tersebut.
"Kami masih terus bersama dengan pihak berwenang menyelidiki penyebab dari musibah ini, nanti akan terus kami update. Termasuk menghitung kerugian (materil), masih belum bisa kami sampaikan, masih kami taksir," tuturnya.
Lihat Juga :