Presiden Jokowi: 4000 Hektar Disiapkan di Batang Untuk Kawasan Industri Terpadu

Selasa, 30 Juni 2020 - 16:40 WIB
loading...
Presiden Jokowi: 4000...
Presiden Joko Widodo memastikan 7 Penanam Modal Asing (PMA) investasi di kawasan terpadu Batang yang berada di Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih. Foto SINDOnews
A A A
BATANG - Presiden Joko Widodo memastikan 7 Penanam Modal Asing (PMA) investasi di kawasan terpadu Batang yang berada di Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih.

"Saya senang hari ini sudah ada yang masuk dan 17 Perusahaan memiliki komitmen besar hingga 60 persen," Kata Joko Widodo, saat meninjau Kawasan Industri Batang, Selasa (30/6). (Baca: Tren Harian Pemeriksaan PCR di Jateng Berjumlah 2.366 Spesimen )

Ia pun meminta para Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) untuk terus dikejar perusahaan asing seperti China, Korea, Taiwan, Jepang dan Amerika yang akan mereolokasi perusahaanya ke Indonesia.

Bagi perusahaan asing yang belum memili lahan tanah, silahkan gunkan tanah kawasan industri terpadu Batang. "Kita sudah siapkan lahan 4.000 hektar di kawasan terpadu industri Batang tahap pertama disiapkan 450 hektar, bagi perusahaan LG besok mau pindah silahkan masuk di Batang, perizinan diurus BKPN, gubernur dan bupati,"pinta Joko Widodo.

Di bukanya kawasan industri terpadu di Batang untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak banyaknya bagi warga Indonesia. "Kita tdak boleh kalah dengan negera lain, kita harus membwrikan fasilitas dibutuhkan mereka, kalau negara lain memberikan harga tanah 1juta, kita harus dibawahnya yakni 500 ribu, kalau mereka izin satu bulan kita satu minggu selesai,"pungkasnya.

Sementara Bupati Batang, Wihaji menjelaskan, Pemkab telah menyiapkan tiga kawasan industri yang memiliki keunggulan dari segi energi listrik, tenaga kerja yang kompetitif dan akses jalan penghubung nasional jalan diantaranya jalan pantura dan jalan tol, sumber air, dan yang jelas sangat pro investasi dibidang perijinan.

"Pemkab sudah siapkan tiga kawasan industri yang sama - sama strategis, yaitu kawasan industri Kenconorejo Tulis, Sawangan Gringsing dan Banaran Banyuputih," Kata Wihaji. (Baca: DPRD Salatiga Minta Eksekutif Pemkotn Uji Publik Terbatas Perwali COVID-19)

Bupati juga jelaskan, lokasi kawasan industri terpadu Batang masuk kawasan PTPN 9 yang tidak perlu pembebasan tanah, sehingga investor yang datang di Batang sangat menguntungkan. "Investor yang datang di Batang seperti datang bawa KTP, pulang bawa motor artinya sangat mudah tidak ribet dan menguntungkan," Pungkas Wihaji.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved