Kendalikan Pandemi, 439 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Didistribusikan Bio Farma
Rabu, 17 Agustus 2022 - 20:23 WIB
loading...
439 juta dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan Pt Bio Farma untuk mengendalikan pandemi.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Bio Farma (Persero) telah mendistribusikan 439 juta Dosis Vaksin Covid 19 untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Dari jumlah itu, 432 juta dosis diantaranya telah berhasil disuntikkan untuk membangun imunitas rakyat di seluruh pelosok negeri.
Direktur Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2022, Bio Farma berhasil mendistribusikan vaksin COVID-19 sebanyak 439 juta dosis ke 34 Provinsi di Indonesia. Keberhasilan pendistribusian yang dimulai sejak Januari 2021 sampai 15 Agustus 2022 didukung oleh inovasi yang dihasilkan Bio Farma yaitu program Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV).
SMDV merupakan suatu sistem penjamin distribusi vaksin yang dapat memberikan informasi mengenai keamanan, keaslian dan kualitas produk selama proses distribusi, serta dapat mendeteksi adanya potensi gangguan selama proses distribusi secara cepat. SMDV ini memanfaatkan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Track and Trace, Transport Management System, dan BI Dashboard yang terintegrasi secara bertahap dengan sistem lain di dalam dan di luar distributor vaksin.
Baca juga: Setahun Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang, Polisi Serahkan Rumah TKP kepada Keluarga
Sistem ini dapat dipantau melalui Command Center yang terpusat di Bio Farma sehingga memudahkan pemantauan distribusi vaksin secara real time. SMDV berdampak pada peningkatan jumlah titik distribusi sebanyak 18 kali lipat, dari awalnya 34 titik di tingkat provinsi menjadi 626 titik distribusi di tingkat Kabupaten/Kota. Sehingga semakin cepat vaksin Covid-19 diterima oleh masyarakat dari berbagai pelosok wilayah di Indonesia. Selain itu seluruh transaksi distribusi vaksin dapat dipertanggungjawabkan dan dapat terpantau oleh sistem secara real-time,dari suhu vaksin selama proses pendistribusian hingga penyimpanan.
Direktur Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2022, Bio Farma berhasil mendistribusikan vaksin COVID-19 sebanyak 439 juta dosis ke 34 Provinsi di Indonesia. Keberhasilan pendistribusian yang dimulai sejak Januari 2021 sampai 15 Agustus 2022 didukung oleh inovasi yang dihasilkan Bio Farma yaitu program Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV).
SMDV merupakan suatu sistem penjamin distribusi vaksin yang dapat memberikan informasi mengenai keamanan, keaslian dan kualitas produk selama proses distribusi, serta dapat mendeteksi adanya potensi gangguan selama proses distribusi secara cepat. SMDV ini memanfaatkan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Track and Trace, Transport Management System, dan BI Dashboard yang terintegrasi secara bertahap dengan sistem lain di dalam dan di luar distributor vaksin.
Baca juga: Setahun Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Gadis di Subang, Polisi Serahkan Rumah TKP kepada Keluarga
Sistem ini dapat dipantau melalui Command Center yang terpusat di Bio Farma sehingga memudahkan pemantauan distribusi vaksin secara real time. SMDV berdampak pada peningkatan jumlah titik distribusi sebanyak 18 kali lipat, dari awalnya 34 titik di tingkat provinsi menjadi 626 titik distribusi di tingkat Kabupaten/Kota. Sehingga semakin cepat vaksin Covid-19 diterima oleh masyarakat dari berbagai pelosok wilayah di Indonesia. Selain itu seluruh transaksi distribusi vaksin dapat dipertanggungjawabkan dan dapat terpantau oleh sistem secara real-time,dari suhu vaksin selama proses pendistribusian hingga penyimpanan.
Lihat Juga :