Wapres Resmikan One Pesantren One Product Kalsel Expo, Ponpes Rakha Pamerkan Produk Unggulan
Senin, 15 Agustus 2022 - 17:32 WIB
loading...
Kegiatan One Pesantren One Product Kalsel Expo 2022 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indoensia KH, Maruf Amin.
A
A
A
BANJARBARU - Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti gelaran One Pesantren One Product (OPOP) Kalimantan Selatan Expo 2022.
Berpusat di Lapangan Murjani Banjarbaru, Kamis (11/8/2022), kegiatan OPOP Kalsel 2022 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indoensia KH Ma'ruf Amin.
Mengusung "Rakha Handicraf", berbagai produk unggulan dari Ponpes Rakha Amuntai tersebut dipamerkan guna melahirkan produk yang bernilai ekonomi tinggi hingga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
![Wapres Resmikan One Pesantren One Product Kalsel Expo, Ponpes Rakha Pamerkan Produk Unggulan]()
Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan pesantren seyogyanya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah yang mencetak para kiai dan ulama. Melainkan juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi.
Wapres mengatakan, hal ini dapat dilakukan dalam bidang ekonomi seperti, industri, pertambangan, perdagangan maupun pertanian, melalui program One Pesantren One Product (OPOP).
Sudah ada pula pesantren yang kini mampu menjadi pembeli langsung atau offtaker komoditas, seperti hasil pertanian dan perkebunan dari masyarakat.
Bahkan kemudian menjalin kemitraan untuk memperluas pemasaran produk atau jasa unggulannya, bahkan sanggup menembus pasar ekspor.
Berpusat di Lapangan Murjani Banjarbaru, Kamis (11/8/2022), kegiatan OPOP Kalsel 2022 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indoensia KH Ma'ruf Amin.
Mengusung "Rakha Handicraf", berbagai produk unggulan dari Ponpes Rakha Amuntai tersebut dipamerkan guna melahirkan produk yang bernilai ekonomi tinggi hingga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan pesantren seyogyanya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah yang mencetak para kiai dan ulama. Melainkan juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi.
Wapres mengatakan, hal ini dapat dilakukan dalam bidang ekonomi seperti, industri, pertambangan, perdagangan maupun pertanian, melalui program One Pesantren One Product (OPOP).
Sudah ada pula pesantren yang kini mampu menjadi pembeli langsung atau offtaker komoditas, seperti hasil pertanian dan perkebunan dari masyarakat.
Bahkan kemudian menjalin kemitraan untuk memperluas pemasaran produk atau jasa unggulannya, bahkan sanggup menembus pasar ekspor.
Lihat Juga :