Rumah Kayu di Pacitan, Saksi Bisu Perang Gerilya Jenderal Sudirman
Senin, 15 Agustus 2022 - 03:19 WIB
loading...
A
A
A
Darah dan air mata, ditumpahkan para pejuang bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan. Jejak sejarah itu, terlihat dalam diorama yang menggambarkan perjuangan Jenderal Sudirman bersama rakyat.
Untuk mencapai patung Jenderal Sudirman setinggi delapan meter tersebut, pengunjung harus melintasi 70 anak tangga. Tangga pertama berjumlah 45 anak tangga, lalu berikutnya delapan anak tangga, dan terakhir sebanyak 17 anak tangga.
![Rumah Kayu di Pacitan, Saksi Bisu Perang Gerilya Jenderal Sudirman]()
Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya di Dusun Sobo, selama 97 hari lamanya. Rumah kayu yang masih terjaga keasliannya tersebut, menjadi saksi bagiamana jenderal besar ini beradu strategi melawan pasukan Belanda, yang serba canggih.
Baca juga: Berteduh di Warung, 2 Warga Cisolok Sukabumi Nyaris Tersambar Petir
Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta, yang menggemparkan dunia karena mampu melumpuhkan pasukan Belanda, juga tercetus saat Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya di rumah sederhana tersebut, yang terus berkomunikasi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Untuk mencapai patung Jenderal Sudirman setinggi delapan meter tersebut, pengunjung harus melintasi 70 anak tangga. Tangga pertama berjumlah 45 anak tangga, lalu berikutnya delapan anak tangga, dan terakhir sebanyak 17 anak tangga.

Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya di Dusun Sobo, selama 97 hari lamanya. Rumah kayu yang masih terjaga keasliannya tersebut, menjadi saksi bagiamana jenderal besar ini beradu strategi melawan pasukan Belanda, yang serba canggih.
Baca juga: Berteduh di Warung, 2 Warga Cisolok Sukabumi Nyaris Tersambar Petir
Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta, yang menggemparkan dunia karena mampu melumpuhkan pasukan Belanda, juga tercetus saat Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya di rumah sederhana tersebut, yang terus berkomunikasi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Lihat Juga :