Mendagri Bangga Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Merauke
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:29 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bangga atas digelarnya Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (12/8/2022). (Ist)
A
A
A
MERAUKE - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bangga atas digelarnya Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (12/8/2022). Menurutnya, gelaran ini menjadi upaya yang baik dalam meningkatkan patriotisme dan nasionalisme masyarakat di seluruh Indonesia.
Menurut Tito, Indonesia memiliki potensi yang besar seperti banyaknya suku, bahasa, ras, agama, dan sebagainya. Dengan adanya gerakan ini diharapkan dapat mengikat simpul persatuan melalui implementasi Bhinneka Tunggal Ika.
Mendagri menilai dampak persatuan kian terasa di Indonesia. Hal ini terlihat dari keberagaman yang telah menjadi keseharian masyarakat. Contohnya, tari-tarian adat Papua kini tidak hanya digelar di Papua, tetapi juga ditampilkan di daerah lainnya seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, dan daerah lainnya. Begitu pula olahan masakan rendang dan nasi Padang yang tidak hanya dapat ditemui di Provinsi Sumatera Barat, tetapi bahkan kini dapat dijumpai di seluruh penjuru Nusantara.
Berbagai kekayaan tersebut, kata Tito, menjadi modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Kekayaan itu juga telah diakui oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia. Karena itu, Mendagri mengajak masyarakat terus merawat potensi dan kekayaan yang dimiliki tersebut.
"Oleh karena itulah, kita harus merawat. Keberagaman ini harus dirawat jangan sampai menjadi pemecah, tapi justru menjadi pemersatu karena kita bangga bisa menjadi bagian dari yang lain," katanya.
Menurut Tito, Indonesia memiliki potensi yang besar seperti banyaknya suku, bahasa, ras, agama, dan sebagainya. Dengan adanya gerakan ini diharapkan dapat mengikat simpul persatuan melalui implementasi Bhinneka Tunggal Ika.
Mendagri menilai dampak persatuan kian terasa di Indonesia. Hal ini terlihat dari keberagaman yang telah menjadi keseharian masyarakat. Contohnya, tari-tarian adat Papua kini tidak hanya digelar di Papua, tetapi juga ditampilkan di daerah lainnya seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, dan daerah lainnya. Begitu pula olahan masakan rendang dan nasi Padang yang tidak hanya dapat ditemui di Provinsi Sumatera Barat, tetapi bahkan kini dapat dijumpai di seluruh penjuru Nusantara.
Berbagai kekayaan tersebut, kata Tito, menjadi modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Kekayaan itu juga telah diakui oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia. Karena itu, Mendagri mengajak masyarakat terus merawat potensi dan kekayaan yang dimiliki tersebut.
"Oleh karena itulah, kita harus merawat. Keberagaman ini harus dirawat jangan sampai menjadi pemecah, tapi justru menjadi pemersatu karena kita bangga bisa menjadi bagian dari yang lain," katanya.
Lihat Juga :