Pemkab Gowa Dorong Penggunaan Pupuk Organik ke Petani
Selasa, 09 Agustus 2022 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PD Holding Company Gowa Mandiri, Rahmansyah mengatakan, kegiatan budi daya padi organik ini sebagai langkah pemberdayaan petani untuk mandiri dan pemanfaatan kearifan lokal atau sumber daya lokal untuk menjadi pupuk padat, pupuk cair (poc), serta pestisida nabati organik (pesnab).
“Selain itu, ini juga sebagai langkah pemula antisipasi kelangkaan pupuk di petani, juga sebagai salah satu langkah mendukung Perda Daerah Sul-Sel tentang pertanian organik,” ujarnya.
Rahmansyah menyebutkan bahwa budi daya padi organik dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Gowa dengan total luasan 100 Ha, yaitu Kecamatan Bajeng, Bajeng Barat dan Kecamatan Pallangga.
Baca Juga: Kabupaten Gowa Target Pengurangan Sampah 30%
“Khusus di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat ada 5 Ha. Kemudian di Kecamatan Bajeng Desa Lempangan seluas 52 Ha, Desa Pannyangkalang 5 Ha, dan di Kecamatan Pallangga 23 Ha di Desa Panakkukang dan 15 Ha di Desa Julupamai,” kata Rahmansyah.
Berdasarkan lahan yang sudah panen , budi daya padi organik menurut Rahmansyah target tercapai, yaitu mampu menghasilkan 6 ton/ha. Dirinya menyebutkan berat rata – rata Gabah Hasil Panen (GKP) 60 kg perkarung dengan karung ukuran 50 kg.
“Hasil beras yang di giling dengan penggilingan biasa 100 Kg Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 66 kg beras. Artinya bulir padi berisi dan kualitas gabah hasil panen bagus dengan rendemen 66 persen,” ungkapnya.
“Selain itu, ini juga sebagai langkah pemula antisipasi kelangkaan pupuk di petani, juga sebagai salah satu langkah mendukung Perda Daerah Sul-Sel tentang pertanian organik,” ujarnya.
Rahmansyah menyebutkan bahwa budi daya padi organik dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Gowa dengan total luasan 100 Ha, yaitu Kecamatan Bajeng, Bajeng Barat dan Kecamatan Pallangga.
Baca Juga: Kabupaten Gowa Target Pengurangan Sampah 30%
“Khusus di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat ada 5 Ha. Kemudian di Kecamatan Bajeng Desa Lempangan seluas 52 Ha, Desa Pannyangkalang 5 Ha, dan di Kecamatan Pallangga 23 Ha di Desa Panakkukang dan 15 Ha di Desa Julupamai,” kata Rahmansyah.
Berdasarkan lahan yang sudah panen , budi daya padi organik menurut Rahmansyah target tercapai, yaitu mampu menghasilkan 6 ton/ha. Dirinya menyebutkan berat rata – rata Gabah Hasil Panen (GKP) 60 kg perkarung dengan karung ukuran 50 kg.
“Hasil beras yang di giling dengan penggilingan biasa 100 Kg Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 66 kg beras. Artinya bulir padi berisi dan kualitas gabah hasil panen bagus dengan rendemen 66 persen,” ungkapnya.
Lihat Juga :