Parah! 33 Ton Limbah Medis Berbahaya RSUD Natuna Menumpuk Selama 15 Tahun

Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:42 WIB
loading...
Parah! 33 Ton Limbah...
Limbah medis berbahaya RSUD Natuna dibiarkan menumpuk dan belum tertangani secara maksimal hingga mencapai 33 ton
A A A
NATUNA - Limbah medis berbahaya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna dibiarkan menumpuk dan belum tertangani secara maksimal hingga mencapai 33 ton. Parahnya, limbah medis kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut tidak pernah didistribusikan sejak rumah sakit itu dibangun 2007 lalu.

Direktur RSUD Natuna, dr Imam Syafari mengatakan, pengiriman limbah medis RSUD Natuna tersandung regulasi dan anggaran dari pemerintah. Namun demikian, seluruh limbah B3 tersebut sudah dikelola dan disimpan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Masalah pengiriman, sampai sekarang belum dilaksanakan karena terkendala aturan regulasi dan anggaran. Tapi semua prosedur terkait penyimpanan sudah sesuai aturan dan kemungkinan tidak ada penyebaran,” ujar dr Imam Syafari, Selasa (09/08/2022).

Baca juga: Pria di Batam Diringkus saat Hendak Selundupkan 6 TKI Ilegal di Perairan Bulang Keban

Imam memaparkan, limbah medis RSUD Natuna belum pernah dikirim sejak berdirinya rumah sakit di tahun 2007 silam. Pemerintah berencana mengirim limbah berbahaya tersebut ke Cileungsi, Bogor, Jawa Barat tahun ini.

“Perkembangan terakhir masalah limbah, kita sepakat tahun ini akan diselesaikan. Kita masih menunggu surat penawaran dari beberapa rekanan dan sudah kami koordinasikan bagian lingkungan hidup dan BPKAD terkait anggaran,” paparnya.

Limbah medis B3 yang tertumpuk di RSUD Natuna di antaranya infus bekas, cairan rontgen atau radiologi, masker, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR dan antigen, serta alkohol pembersih swab. Limbah medis tersebut berasal dari seluruh puskesmas di Pulau Bunguran dan RSUD Natuna.

Hingga kini, limbah medis yang tertumpuk di tempat penyimpanan sementara RSUD Natuna tercatat sekitar 33 ton. Sementara sebagian limbah medis kategori B3 itu sudah dibakar menggunakan mesin incinerator yang abunya disimpan di dalam drum.

“Limbah medis itu kita bakar menggunakan alat incinerator. Jarum suntik dan segala macam akan hancur. Jadi selama 15 tahun itu ada 33 ton,” katanya.

Paparan limbah medis bisa menyebabkan penyakit dan cedera jika tidak dikelola secara maksimal. Pasalnya, limbah kesehatan juga mengandung zat atau agen berbahaya seperti patogen, genotoksik, bahan kimia atau obat beracun, dan radioaktif.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Natuna diharapkan mampu menganggarkan dana untuk pengelolaan limbah medis B3 yang sudah menumpuk di RSUD Natuna sejak 15 tahun lalu.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi Amdal Rencana...
Studi Amdal Rencana Pembersihan dan Pemanfaatan Sedimentasi Laut Digelar di Bintan
Gandeng Universal Eco...
Gandeng Universal Eco Pasific, Pemprov Jambi Perkuat Pengelolaan Limbah Medis
Menembus Batas! Afat,...
Menembus Batas! Afat, Satu-satunya Guru Agama Konghucu yang Lolos SIPSS 2025
Bahaya! Limbah Medis...
Bahaya! Limbah Medis Sengaja Dibuang ke Sungai Citarum
Penerima Beasiswa Tanam...
Penerima Beasiswa Tanam Ribuan Pohon di Sumatera hingga Papua
Sistem Peringatan Dini...
Sistem Peringatan Dini Dibangun Bakamla di Natuna, Jangkauan Deteksi Lebih Luas
Pertahankan Laut Natuna...
Pertahankan Laut Natuna Utara, Indonesia Diminta Tetap Berpegang pada UNCLOS
Irjen Pol Winarto Pimpin...
Irjen Pol Winarto Pimpin Penggerebekan Tindak Pidana Pembuangan Limbah Medis Ilegal
Kembangkan Potensi Migas,...
Kembangkan Potensi Migas, PEN Lakukan Survei Seismik di Laut Natuna
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved