Sanggramawijaya Tunggadewi Tolak Jadi Raja Kahuripan, Pilih sebagai Pertapa Bergelar Dewi Kilisuci
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya Mpu Bharada pun membagi wilayah kekuasaan Kahuripan menjadi dua bagian. Wilayah kekuasaan di sebelah timur yang beribukota di Kerajaan Kahuripan (Janggala/Ujung Galuh) itu diberikan kepada Mapanji Garasakan. Sementara itu, wilayah di sebelah barat yang beribukota di Daha Kadiri diberikan kepada Sri Samarawijaya.
Sesudah wilayah kekuasaan Kahuripan terbagi menjadi dua bagian untuk kedua putranya, selanjutnya Airlangga meninggalkan istana dan meletakkan takhtanya. Ia memilih menuju suatu tempat yang jauh dari keramaian duniawi. Baca juga: Kisah Calon Arang Usik Raja Airlangga, Gara-gara Cemas Putri Cantiknya Jadi Perawan Tua
Di sana Airlangga menjadi pertapa. Sejumlah nama sebutan Airlangga mengemuka saat menjalani pertapaan ini. Dalam naskah Serat Calon Arang, Airlangga disebut Resi Airlangga Jatiningrat. Kemudian ada sebutan Resi Gentayu pada Babad Tanah Jawa, dan berdasarkan Prasasti Gandhakuti dengan Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Citraning Bhuwana.
Namun kapan Airlangga mangkat tidak diketahui dengan pasti. Dalam Prasasti Sumengka yang dikeluarkan pada tahun 1059 Masehi hanya disebutkan bahwa Airlangga telah dimakamkan di tirtha, suatu tempat yang identik dengan pemandian.
Sesudah wilayah kekuasaan Kahuripan terbagi menjadi dua bagian untuk kedua putranya, selanjutnya Airlangga meninggalkan istana dan meletakkan takhtanya. Ia memilih menuju suatu tempat yang jauh dari keramaian duniawi. Baca juga: Kisah Calon Arang Usik Raja Airlangga, Gara-gara Cemas Putri Cantiknya Jadi Perawan Tua
Di sana Airlangga menjadi pertapa. Sejumlah nama sebutan Airlangga mengemuka saat menjalani pertapaan ini. Dalam naskah Serat Calon Arang, Airlangga disebut Resi Airlangga Jatiningrat. Kemudian ada sebutan Resi Gentayu pada Babad Tanah Jawa, dan berdasarkan Prasasti Gandhakuti dengan Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Citraning Bhuwana.
Namun kapan Airlangga mangkat tidak diketahui dengan pasti. Dalam Prasasti Sumengka yang dikeluarkan pada tahun 1059 Masehi hanya disebutkan bahwa Airlangga telah dimakamkan di tirtha, suatu tempat yang identik dengan pemandian.
(don)
Lihat Juga :