Padukan Tausiah dan Humor, Ridwan Kamil-Gus Miftah Ajak Milenial Hindari Pertengkaran
Kamis, 04 Agustus 2022 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, Jabar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki kurikulum antiradikalisme. Melalui kurikulum tersebut, ketahanan ideologi disiapkan oleh sekolah lewat kearifan lokalnya maupun muatan lokal.
"Jawa Barat kan provinsi pertama yang punya kurikulum antiradikalisme, kita sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan lokal atau muatan lokal," ujarnya.
Selain Bandung Raya, tambah Kang Emil, kegiatan serupa juga bakal digelar di empat wilayah lain di Jabar, yakni Priangan Timur, Ciayumajakuning, Purwasuka, dan Bodebek.
"Tetap menyasar anak-anak SMA, SMK, dan SLB akan berlangsung di lima wilayah Jabar," katanya.
Sementara itu, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengungkapkan, Ceramah Kebangsaan dirancang sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran kepada para siswa untuk lebih mencintai bangsa dan negaranya.
"Kita tumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme dengan memberikan pemahaman keragaman bangsa yang happy dan menyenangkan," katanya.
Menurutnya, bangsa ini sudah terlalu lelah terhadap hal yang memperbesar perbedaan sehingga menimbulkan permusuhan antara satu kelompok dengan lainnya.
"Maka kami menganggap penting untuk membuat acara ini sehingga anak-anak didik kita mampu memahami kebangsaan secara baik dan benar, menganggap perbedaan itu rahmat bukan pemicu menjadi permusuhan," tutur pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DIY itu.
"Jawa Barat kan provinsi pertama yang punya kurikulum antiradikalisme, kita sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan lokal atau muatan lokal," ujarnya.
Selain Bandung Raya, tambah Kang Emil, kegiatan serupa juga bakal digelar di empat wilayah lain di Jabar, yakni Priangan Timur, Ciayumajakuning, Purwasuka, dan Bodebek.
"Tetap menyasar anak-anak SMA, SMK, dan SLB akan berlangsung di lima wilayah Jabar," katanya.
Sementara itu, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengungkapkan, Ceramah Kebangsaan dirancang sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran kepada para siswa untuk lebih mencintai bangsa dan negaranya.
"Kita tumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme dengan memberikan pemahaman keragaman bangsa yang happy dan menyenangkan," katanya.
Menurutnya, bangsa ini sudah terlalu lelah terhadap hal yang memperbesar perbedaan sehingga menimbulkan permusuhan antara satu kelompok dengan lainnya.
"Maka kami menganggap penting untuk membuat acara ini sehingga anak-anak didik kita mampu memahami kebangsaan secara baik dan benar, menganggap perbedaan itu rahmat bukan pemicu menjadi permusuhan," tutur pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DIY itu.
Lihat Juga :