DKI Gelar Seminar Publik Masa Depan Pemberdayaan Kampung Kota di Jakarta
Kamis, 04 Agustus 2022 - 05:26 WIB
loading...
A
A
A
Kolaborasi tersebut mulai dari merencanakan dan membangun tempat tinggal yang layak, menata sistem keuangan agar mandiri, hingga membesarkan anak di lingkungan yang baik.
“Dalam memperbaiki lingkungan tempat tinggal, dapat sesederhana menghilangkan kekumuhan, bisa juga memungkinkan rekonstruksi atas bangunan eksisting, maupun relokasi. Ini juga dilihat dari kondisi lingkungan dan kesiapan masyarakatnya,” ucapnya.
Koordinator Bidang Perumahan Bappenas, Nurul Wajah Mujahid, menyarankan, daerah-daerah lain bisa meniru pembangunan kampung kota di Jakarta. "Pembangunan sosial ekonomi, bukan hanya rumah saja," pujinya tentang pembangunan Kampung Susun Akuarium yang disebutnya ‘pecah telur’, karena melibatkan partisipasi dan kolaborasi warga setempat (Community Action Plan/CAP).
Menurutnya, tiga kunci yang harus terus diperjuangkan pemerintah daerah dalam penataan permukiman masyarakat miskin kota, yakni: 1. Pendampingan dan pemberdayaan, 2. Penyediaan lahan, 3. Pendanaan dan pembiayaan.
Untuk diketahui, dalam 5 tahun terakhir, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta telah melaksanakan kegiatan perencanaan penataan kampung melalui Community Action Plan (CAP) di 226 RW, merealisasikan kegiatan Community Implementation Project (CIP) di 220 RW, pembangunan 4 kampung susun sebagai percontohan peningkatan kualitas hunian di masa depan.
Selain itu ada kolaborasi bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM DKI Jakarta dalam mendirikan Koperasi Kampung Kota, juga bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan Kolektif untuk lebih dari 7.500 rumah yang diberikan kepada koperasi warga. Ini semua menjadi bagian dari upaya penataan kampung berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Dalam memperbaiki lingkungan tempat tinggal, dapat sesederhana menghilangkan kekumuhan, bisa juga memungkinkan rekonstruksi atas bangunan eksisting, maupun relokasi. Ini juga dilihat dari kondisi lingkungan dan kesiapan masyarakatnya,” ucapnya.
Koordinator Bidang Perumahan Bappenas, Nurul Wajah Mujahid, menyarankan, daerah-daerah lain bisa meniru pembangunan kampung kota di Jakarta. "Pembangunan sosial ekonomi, bukan hanya rumah saja," pujinya tentang pembangunan Kampung Susun Akuarium yang disebutnya ‘pecah telur’, karena melibatkan partisipasi dan kolaborasi warga setempat (Community Action Plan/CAP).
Menurutnya, tiga kunci yang harus terus diperjuangkan pemerintah daerah dalam penataan permukiman masyarakat miskin kota, yakni: 1. Pendampingan dan pemberdayaan, 2. Penyediaan lahan, 3. Pendanaan dan pembiayaan.
Untuk diketahui, dalam 5 tahun terakhir, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta telah melaksanakan kegiatan perencanaan penataan kampung melalui Community Action Plan (CAP) di 226 RW, merealisasikan kegiatan Community Implementation Project (CIP) di 220 RW, pembangunan 4 kampung susun sebagai percontohan peningkatan kualitas hunian di masa depan.
Selain itu ada kolaborasi bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM DKI Jakarta dalam mendirikan Koperasi Kampung Kota, juga bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan Kolektif untuk lebih dari 7.500 rumah yang diberikan kepada koperasi warga. Ini semua menjadi bagian dari upaya penataan kampung berbasis pemberdayaan masyarakat.
(hab)
Lihat Juga :