Wagub Jatim : Da'i Milenial Urgen untuk Menjaga Ketentraman Hidup Bernegara
Senin, 29 Juni 2020 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Saad Ibrahim selaku Ketua PW Muhammadiyah Jatim menyampaikan pesan bagi da'i dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi radikalisme “Hendaknya para da'i milenial bisa melakukan dakwah dengan menggunakan teknologi modern khususnya fasilitas medsos [media sosial] mengingat sekarang eranya teknologi digital,” ungkap Saad.
Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan menyatakan bahwa meski dalam kondisi pandemi Covid-19, FKPT Jatim tetap melaksanakan amanah yang diemban yaitu melakukan berbagai program sebagai upaya pencegahan Radikalisme di Jatim, sehingga diharapkan melalui sinergitas berbagai stakeholders dan partisipasi dari berbagai pihak secara postitif dengan mengedepankan kearifan lokal, agar dapat menjaga Jatim tetap aman damai dan Sejahtera.
“Semua personil FKPT Jatim tetap beraktivitas sesuai dengan tugas dan fungsinya, meski disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Sejumlah aktivitas via daring telah dilakukan beberapa kali termasuk dengan BNPT. Intinya kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman tindak kekerasan dan radikalisme tidak boleh kendor,” kata Hesti pada acara Dialog Da’i Milenial tersebut.
Kabid Agama, Sosbud FKPT Jatim, Muhammad Arifin yang bertindak selaku narasumber menyatakan peran da’i sangat urgen dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi paham radikal yang menjurus pada aksi-aksi terror, mengingat da’i memiliki tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
“Sebagai wujud dari pengamalan sila ketiga dalam Pancasila, yaitu ‘Persatuan Indonesia’, maka seorang da’i hendaknya dalam setiap ceramahnya bisa melahirkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan,” ungkap Arifin.
Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan menyatakan bahwa meski dalam kondisi pandemi Covid-19, FKPT Jatim tetap melaksanakan amanah yang diemban yaitu melakukan berbagai program sebagai upaya pencegahan Radikalisme di Jatim, sehingga diharapkan melalui sinergitas berbagai stakeholders dan partisipasi dari berbagai pihak secara postitif dengan mengedepankan kearifan lokal, agar dapat menjaga Jatim tetap aman damai dan Sejahtera.
“Semua personil FKPT Jatim tetap beraktivitas sesuai dengan tugas dan fungsinya, meski disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Sejumlah aktivitas via daring telah dilakukan beberapa kali termasuk dengan BNPT. Intinya kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman tindak kekerasan dan radikalisme tidak boleh kendor,” kata Hesti pada acara Dialog Da’i Milenial tersebut.
Kabid Agama, Sosbud FKPT Jatim, Muhammad Arifin yang bertindak selaku narasumber menyatakan peran da’i sangat urgen dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi paham radikal yang menjurus pada aksi-aksi terror, mengingat da’i memiliki tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
“Sebagai wujud dari pengamalan sila ketiga dalam Pancasila, yaitu ‘Persatuan Indonesia’, maka seorang da’i hendaknya dalam setiap ceramahnya bisa melahirkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan,” ungkap Arifin.
Lihat Juga :