Profil RA Wiriadinata, Pendamping Ali Sadikin yang Punya Pengalaman Mentereng di TNI AU
Selasa, 02 Agustus 2022 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Wiriadinata juga dipercaya memimpin pasukan Penembahan Senopati 105 yang dikenal dengan sebutan pasukan Garuda Mulya yang beroperasi di sekitar Yogyakarta dan Surakarta (Solo) dalam melawan agresi militer Belanda tahun 1947 dan 1948.
Selama menjadi tentara/Kopasgat, RA Wiriadinata telah melewati berbagai penugasan mulai penumpasan DI/TII dan Apra di Bandung, penumpasan pemberontakan Andi Aziz di Makassar, penumpasan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi Utara, pembebasan Irian Barat, serta operasi-operasi militer lainnya.
Baca juga: Kisah Ali Sadikin Mengejar dan Menampar Sopir Truk ALRI yang Ugal-ugalan
Dikutip dari buku RA Wiriadinata, Panglima Pertama Korps Baret Jingga, atas berbagai keberhasilan dalam memimpin pasukan, maka berdasarkan keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara (Men/Pangau) Nomor 45 Tahun 1966 tanggal 17 Mei 1966, RA Wiriadinata dipercaya sebagai Panglima Pertama Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat/saat ini Korpaskhasau).
Selepas berkiprah dari AURI, Wiriadinata dipercaya meneruskan pengabdian di pemerintahan sebagai Wagub DKI Jakarta dan kepercayaan terakhir yang diembannya yaitu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) periode 1978-1983.
Sebagai penghormatan kepada RA Wiriadinata, pada tahun 2001 TNI Angkatan Udara (AU) melakukan penggantian nama atas Lanud Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi Lanud Wiriadinata. Penggantian ini berasal dari usulan Paguyuban Masyarakat Pasundan mengingat besarnya jasa Wiriadinata kepada TNI AU dan negara.
Selama menjadi tentara/Kopasgat, RA Wiriadinata telah melewati berbagai penugasan mulai penumpasan DI/TII dan Apra di Bandung, penumpasan pemberontakan Andi Aziz di Makassar, penumpasan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi Utara, pembebasan Irian Barat, serta operasi-operasi militer lainnya.
Baca juga: Kisah Ali Sadikin Mengejar dan Menampar Sopir Truk ALRI yang Ugal-ugalan
Dikutip dari buku RA Wiriadinata, Panglima Pertama Korps Baret Jingga, atas berbagai keberhasilan dalam memimpin pasukan, maka berdasarkan keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara (Men/Pangau) Nomor 45 Tahun 1966 tanggal 17 Mei 1966, RA Wiriadinata dipercaya sebagai Panglima Pertama Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat/saat ini Korpaskhasau).
Selepas berkiprah dari AURI, Wiriadinata dipercaya meneruskan pengabdian di pemerintahan sebagai Wagub DKI Jakarta dan kepercayaan terakhir yang diembannya yaitu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) periode 1978-1983.
Sebagai penghormatan kepada RA Wiriadinata, pada tahun 2001 TNI Angkatan Udara (AU) melakukan penggantian nama atas Lanud Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi Lanud Wiriadinata. Penggantian ini berasal dari usulan Paguyuban Masyarakat Pasundan mengingat besarnya jasa Wiriadinata kepada TNI AU dan negara.
(jon)
Lihat Juga :