Harga Sawit, Jagung, dan Daging Ayam Anjlok, Kesejahteraan Petani di Sumut Menurun

Selasa, 02 Agustus 2022 - 01:02 WIB
loading...
Harga Sawit, Jagung,...
Tingkat kesejahteraan petani di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan pada Juli 2022 lalu. Itu tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumut turun sebesar 7,21 persen menjadi 108,85. Foto ilustrasi SINDOnews
A A A
MEDAN - Tingkat kesejahteraan petani di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan pada Juli 2022 lalu. Itu tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatera Utara turun sebesar 7,21 persen menjadi 108,85.

Komoditas penyumbang penurunan NTP petani di Sumut adalah kelapa sawit , jagung dan ayam ras. "Memang di bulan Juli kemarin, harga kelapa sawit di tingkat petani di Sumut itu berkisar Rp700 hingga Rp1.100 per kilogram, meskipun ada yang menjual di kisaran Rp1.300 hingga Rp1.500-an per kilogram," kata Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, Senin (1/8/2022). Baca juga: Pengamat Sebut Sektor Pertanian Mampu Kendalikan Inflasi Indonesia di Bawah 3 Persen



Gunawan menyebut harga tandan buah segar (TBS) saat ini jauh dari harga tertinggi yang sempat di atas Rp3.000 per kilogram. Harga TBS saat ini juga masih dibawah harga keekonomian kelapa sawit yang saat ini berada di kisaran harga Rp2.300 hingga Rp2.600 per kilogramnya. "Mengacu kepada harga CPO yang bertengger dikisaran Rp3.900-an ringgit per ton sejauh ini," tukasnya.

Selain TBS, harga jagung juga memang mengalami penurunan. Di bulan Mei atau Juni lalu harganya sempat menyentuh Rp5.700 per kilogram (di tingkat pabrik pakan). Namun saat ini harganya di tingkat pembeli akhir (pabrik pakan ternak) dikisaran Rp4.700 hingga Rp4.800 per kilogram.

"Penurunan harga jagung ini juga mendorong penurunan harga daging ayam, yang sebelumnya di bulan Mei sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram, saat ini dikisaran Rp28 ribu per kilogram di Kota Medan. Dengan penurunan harga komoditas tersebut menekan daya beli petani kita," jelasnya.

Di sisi lain, sejauh ini petani hortikultura NTP-nya sudah di atas 100, tepatnya di level 101,22. Sementara tanaman pangan ini NTP-nya masih dii kisaran 93.44 (turun dibandingkan bulan juni kemarin). Baca juga: Surati Jokowi, Asosiasi Petani Sawit Minta Perpanjang Moratorium Sawit

"Untuk tanaman hortikultura ini dipicu oleh kenaikan harga komoditas cabai. Sementara untuk tanaman pangan, saya menilai beban pengeluaran yang besar belum diimbangi dengan peningkatan harga jual (gabah) yang ideal," terangnya.

Ke depan, kata Gunawan, NTP petani dari tanaman hortikultura indeksnya berpotensi untuk kembali turun di bulan Agustus. Seiring dengan penurunan harga cabai.

Sementara itu, NTP tanaman pangan berpeluang stagnan jika pemerintah tidak merubah (intervensi) kebijakan pembelian gabah di tingkat petani.

"Seiring dengan kenaikan harga pupuk dan tingginya inflasi, petani kita terbebani dengan banyak pengeluaran, namun harga jual produk pertaniannya tertahan. Sehingga membuat harga beras saat ini dibawah harga keekonomiannya," pungkasnya.

Untuk petani sawit, lanjut dia, pihaknya yakin perlahan NTP-nya akan kembali mengalami pemulihan. Karena normalisasi kebijakan ekspor CPO dan produk turunan kelapa sawit sudah dilakukan. Ke depan, sebut Gunawan, pemerintah harus fokus memperbaiki daya beli petani untuk jenis tanaman hortikultura dan tanaman pangan.

Karena pupuk sudah sangat mahal, dan pengeluaran petani kian banyak. Sosialisasi penggunaan pupuk kompos yang memiliki efektifitas yang bersaing dengan pupuk kimia juga perlu digalakkan.

"Petani kita saat ini terbebani dengan tingginya biaya input produksi dan kenaikan biaya hidup. Sementara harga jual produk tanamannya justru diserahkan ke mekanisme pasar. Jadi mereka tidak punya banyak pilihan untuk memperbaiki daya belinya. Dan khusus untuk petani sawit, jelas mereka mengalami tekanan pada saat ini, akan tetapi saya melihat potensi pemulihan NTP-nya sangat terbuka," tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Diperiksa Polda Metro...
Diperiksa Polda Metro Jaya, Pelapor Feri Amsari Dicecar 20 Pertanyaan
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan...
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Pentingsari Sleman
Anggota DPRD Romanus...
Anggota DPRD Romanus Ginting Serahkan Traktor untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Karo
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved