DKI Minta Pemerintah Pusat Bantu Dana Penanganan Banjir Jakarta

Minggu, 28 Juni 2020 - 20:59 WIB
loading...
DKI Minta Pemerintah...
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria saat mengunjungi satu dari enam waduk di kawasan Jakarta Timur, Minggu (28/6/2020).Foto/SINDOnews/Bima Setiyadi
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta Pemerintah Pusat membantu membiayai pengelolaan banjir di Ibu Kota. Pembebasan lahan, normalisasi, naturalisasi, waduk, sungai, pedestrian, dan lain-lain, tidak mungkin dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria usai mengunjungi enam waduk di kawasan Jakarta Timur, Minggu (28/6/2020). Enam titik waduk di Jakarta Timur yang ditinjau tersebut adalah Waduk Cimanggis, Cibubur; Waduk Pondok Ranggon, Cipayung; Embung Kampung Dukuh, Kramat Jati; Waduk Banjir Kanal Timur; Waduk Ujung Menteng; dan Waduk Ria-Rio, Pulo Gadung.

Menurut Riza, untuk memastikan penanganan tata kelola air, khususnya penanganan banjir, secara lebih komprehensif harus dengan melibatkan berbagai pihak. (Baca: DKI Pastikan Mal Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19)

"Kami butuh bantuan dari pemerintah pusat. Karena, tidak mungkin dibebankan seluruhnya masalah banjir mulai dari pembebasan lahan, normalisasi, naturalisasi, waduk, sungai, pedestrian, dan lain-lain, semua dibebankan pada APBD," kata Riza dalam siaran tertulisnya, Minggu (28/6/2020)

Riza menjelaskan, mengenai pembiayaan, khususnya untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas waduk dan penambahan belanja pompa, dia mendorong agar dilakukan dengan anggaran multitahun (multiyears). Termasuk dengan adanya keterlibatan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 60/2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur yang telah disahkan pada April 2020 silam.

Selain penanganan dan pencegahan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, Riza juga berharap adanya dukungan dari masyarakat, terutama mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai atau aliran air lainnya.“Kalau itu dilakukan, juga akan memberikan kontribusi yang besar bagi pencegahan banjir di Jakarta. Mudah-mudahan tidak ada lagi sungai-sungai di Jakarta yang kotor atau bau,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved