Waspada! Kasus DBD di Kota Bekasi Tembus 1.910
Minggu, 31 Juli 2022 - 07:00 WIB
loading...
Pemkot Bekasi meminta warganya untuk mewaspadai kasus DBD di wilayahnya. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Pemkot Bekasi meminta masyarakat waspada ancaman demam berdarah dengue (DBD) di saat melawan Covid-19. Sebab, jumlah kasus DBD terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data hingga Juli ini sudah 1.910 kasus DBD tersebar di seluruh Kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan dari 12 Kecamatan yang ada, ada tiga kecamatan yang memiliki temuan kasus DBD cukup tinggi yakni di Bekasi Utara 423 kasus, Bekasi Timur 262 kasus dan Bekasi Barat 238 kasus.
”Kasu DBD nyaris tembus 2000 kasus, kami minta masyarakat waspada DBD selain kasus Covid-19,” ujar Tanti, Minggu (31/7/2022). Baca juga: Waspada! Ratusan Kasus DBD Ditemukan di Jakarta Selatan
Menurut Tanti, perkembangan nyamuk juga tak terlepas dari kondisi lingkungan. Jika kondisi lingkungan bersih, iayakin jika kasus DBD akan bisa dicegah. Maka dari itu, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus menjadi salah satu solusi pencegahan.
”Munculnya nyamuk diakibatkan karna ketidakbersihan di lingkungan, makanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini harus menjadi perhatian seluruh masyarakat,” katanya. Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Kabupaten Tangerang Tembus 611 Orang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan dari 12 Kecamatan yang ada, ada tiga kecamatan yang memiliki temuan kasus DBD cukup tinggi yakni di Bekasi Utara 423 kasus, Bekasi Timur 262 kasus dan Bekasi Barat 238 kasus.
”Kasu DBD nyaris tembus 2000 kasus, kami minta masyarakat waspada DBD selain kasus Covid-19,” ujar Tanti, Minggu (31/7/2022). Baca juga: Waspada! Ratusan Kasus DBD Ditemukan di Jakarta Selatan
Menurut Tanti, perkembangan nyamuk juga tak terlepas dari kondisi lingkungan. Jika kondisi lingkungan bersih, iayakin jika kasus DBD akan bisa dicegah. Maka dari itu, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus menjadi salah satu solusi pencegahan.
”Munculnya nyamuk diakibatkan karna ketidakbersihan di lingkungan, makanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini harus menjadi perhatian seluruh masyarakat,” katanya. Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Kabupaten Tangerang Tembus 611 Orang
Lihat Juga :