Asal Usul Bojonggede Bogor, Kampung Halaman Bonge Ikon Citayam Fashion Week
Sabtu, 30 Juli 2022 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Seiring perkembangan zaman, Bojonggede telah mengalami kemajuan. Pada 2022, di Bojonggede terdapat pembangunan skybridge yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Bojonggede.Baca: Asal Usul Nama Citayam, Wilayah di Pinggiran Jakarta yang Kini Jadi Buah Bibir
Mengenai asal usul nama Bojonggede, sejak zaman Hindia Belanda, nama tersebut telah ada. Dalam buku berjudul Priangan, De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811 (Priangan, Kabupaten-kabupaten Preanger di bawah Pemerintahan Belanda sampai Tahun 1811) oleh Dr F. de Haan, arsiparis nasional di Batavia, yang diterbitkan oleh Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia) pada 1911, tertulis nama Bodjong Gedee.
Disebutkan di halaman 271, pada 1 Maret 1701 Abraham van Riebeeck meminta kepemilikan tanah Bodjong Gedee (kini Bojonggede). Pada 22 Maret 1701, dia mendapatkan tanah Bodjong Manggis dan Bodjong Gedee secara cuma-cuma, sebagai imbalan atas jasanya dalam membersihkan sumbatan di sungai besar (Ciliwung).
Abraham van Riebeeck adalah Gubernur Hindia Belanda yang menjabat mulai 1709 hingga 1713. Melansir kecamatanbojonggede.bogorkab.go.id, saat ini Bojonggede mempunyai luas 2.8424,69 hektare.
Bojonggede berbatasan dengan Kota Bogor di sebelah utara, di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tajur Halang, sementara sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cibinong. Kecamatan Bojonggede ini terdiri dari sembilan desa.
Mengenai asal usul nama Bojonggede, sejak zaman Hindia Belanda, nama tersebut telah ada. Dalam buku berjudul Priangan, De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811 (Priangan, Kabupaten-kabupaten Preanger di bawah Pemerintahan Belanda sampai Tahun 1811) oleh Dr F. de Haan, arsiparis nasional di Batavia, yang diterbitkan oleh Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia) pada 1911, tertulis nama Bodjong Gedee.
Disebutkan di halaman 271, pada 1 Maret 1701 Abraham van Riebeeck meminta kepemilikan tanah Bodjong Gedee (kini Bojonggede). Pada 22 Maret 1701, dia mendapatkan tanah Bodjong Manggis dan Bodjong Gedee secara cuma-cuma, sebagai imbalan atas jasanya dalam membersihkan sumbatan di sungai besar (Ciliwung).
Abraham van Riebeeck adalah Gubernur Hindia Belanda yang menjabat mulai 1709 hingga 1713. Melansir kecamatanbojonggede.bogorkab.go.id, saat ini Bojonggede mempunyai luas 2.8424,69 hektare.
Bojonggede berbatasan dengan Kota Bogor di sebelah utara, di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tajur Halang, sementara sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cibinong. Kecamatan Bojonggede ini terdiri dari sembilan desa.
(hab)
Lihat Juga :