Wujudkan TPBIS, Perpusnas Fasilitasi PLM Pengelola Perpustakaan
Selasa, 26 Juli 2022 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini sangat sejalan dengan visi dan misi Pemprov Sulsel yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter, sehingga Pemprov Sulsel melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mereplikasi program ini secara mandiri dengan menggunakan dana APBD Provinsi.
Bahkan Sulsel saat ini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki Repilkasi Mandiri terbanyak. Hingga tahun 2022 ini, jumlahnya mencapai 305 perpustakaan yang dibiayai dengan menggunakan dana APBD.
"Itu yang mengantar kami selama tiga tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan Replikasi Mandiri terbaik. Sehingga tidak mengherankan tahun ini Perpustakaan Nasional kembali melakukan perluasan terhadap Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke-7 kabupaten kota, ditambah tiga perpustakaan desa di Kabupaten Luwu Utara," beber Hasan.
Adapun ke-7 daerah tersebut yakni Kabupaten Luwu Timur, Tana Toraja, Pangkep, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Kota Palopo, dan Kota Parepare. Kemudian tiga perpustakaan desa di Luwu Utara meliputi Perpustakaan Desa Baloli, Perpustakaan Desa Kariango, dan Perpustakaan Desa Pengkendekan.
PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sulsel, Nazaruddin menambahkan, seluruh daerah tersebut mendapatkan stimulan dari Perpusnas , mulai dari bantuan buku, rak buku, komputer, televisi, hingga server perpustakaan.
Hal itu kemudian ditindaklanjuti dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan melakui bimbingan teknis.
Baca Juga: Gubernur Puji Inovasi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel
"Mereka diajari bagaimana cara meningkatkan layanan informasi perpustakaan, melakukan pelibatan masyarakat di perpustakaan, dan melakukan advokasi. Program itulah yang dimonitor pelaksanannya sampai saat ini," ucapnya.
"Bagi orang perpustakaan, literasi itu bukan hanya dimaknai kemampuan baca tulis, tapi juga kemampuan mengimplementasikan apa yang ada di buku," tandas Nazaruddin.
Bahkan Sulsel saat ini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki Repilkasi Mandiri terbanyak. Hingga tahun 2022 ini, jumlahnya mencapai 305 perpustakaan yang dibiayai dengan menggunakan dana APBD.
"Itu yang mengantar kami selama tiga tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan Replikasi Mandiri terbaik. Sehingga tidak mengherankan tahun ini Perpustakaan Nasional kembali melakukan perluasan terhadap Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke-7 kabupaten kota, ditambah tiga perpustakaan desa di Kabupaten Luwu Utara," beber Hasan.
Adapun ke-7 daerah tersebut yakni Kabupaten Luwu Timur, Tana Toraja, Pangkep, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Kota Palopo, dan Kota Parepare. Kemudian tiga perpustakaan desa di Luwu Utara meliputi Perpustakaan Desa Baloli, Perpustakaan Desa Kariango, dan Perpustakaan Desa Pengkendekan.
PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sulsel, Nazaruddin menambahkan, seluruh daerah tersebut mendapatkan stimulan dari Perpusnas , mulai dari bantuan buku, rak buku, komputer, televisi, hingga server perpustakaan.
Hal itu kemudian ditindaklanjuti dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan melakui bimbingan teknis.
Baca Juga: Gubernur Puji Inovasi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel
"Mereka diajari bagaimana cara meningkatkan layanan informasi perpustakaan, melakukan pelibatan masyarakat di perpustakaan, dan melakukan advokasi. Program itulah yang dimonitor pelaksanannya sampai saat ini," ucapnya.
"Bagi orang perpustakaan, literasi itu bukan hanya dimaknai kemampuan baca tulis, tapi juga kemampuan mengimplementasikan apa yang ada di buku," tandas Nazaruddin.
(tri)