Ini Alasan Orang Tua R, Ikat sang Buah Hati dengan Rantai
Sabtu, 23 Juli 2022 - 08:12 WIB
loading...
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira.Foto/MPI/Dok
A
A
A
BEKASI - Polres Bekasi Kota menyatakan alasan orang tua yaitu P (40) dan A (39) mengikat R (15) anaknya dengan rantai karena tak ingin merugikan lingkungan sekitar. Orang tua korban mengira R merupakan anak berkebutuhan khusus.
“Kedua orang tua korban berpikir korban adalah seorang anak yang berkebutuhan khusus. Maka khawatir anak tersebut akan merugikan lingkungan sekitar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).
Menurut Ivan, orang tuanya menilai dengan merantai R dapat membatasi mobilitas sang anak. Orang tua mengaku anak tersebut mengganggu lingkungan sekitarnya. Baca: Hasil Visum Anak Dirantai di Bekasi, Ditemukan Luka Lebam di Kaki dan Tangan
“Kedua orang tua tersebut berinisiatif untuk mengekang atau membatasi pergerakan anak dengan cara yang salah yaitu mengikat dua tangan dan kaki anaknya agar tidak dapat pergi atau menganggu warga sekitar,” ujarnya.
Ivan menegaskan, anak R tidak melakukan pencurian. Pasalnya orang tua juga sempat mengklaim bahwa anak kerap melakukan pencurian makanan. “Jadi bukan mencuri, anaknya merasa kelaparan sehingga dia ingin mengambil makanan di rumahnya,” ucapnya.
Sebelumnya, R (15) anak asal Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya. R diduga dianiaya dengan kakinya diikat dengan rantai.
“Kedua orang tua korban berpikir korban adalah seorang anak yang berkebutuhan khusus. Maka khawatir anak tersebut akan merugikan lingkungan sekitar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).
Menurut Ivan, orang tuanya menilai dengan merantai R dapat membatasi mobilitas sang anak. Orang tua mengaku anak tersebut mengganggu lingkungan sekitarnya. Baca: Hasil Visum Anak Dirantai di Bekasi, Ditemukan Luka Lebam di Kaki dan Tangan
“Kedua orang tua tersebut berinisiatif untuk mengekang atau membatasi pergerakan anak dengan cara yang salah yaitu mengikat dua tangan dan kaki anaknya agar tidak dapat pergi atau menganggu warga sekitar,” ujarnya.
Ivan menegaskan, anak R tidak melakukan pencurian. Pasalnya orang tua juga sempat mengklaim bahwa anak kerap melakukan pencurian makanan. “Jadi bukan mencuri, anaknya merasa kelaparan sehingga dia ingin mengambil makanan di rumahnya,” ucapnya.
Sebelumnya, R (15) anak asal Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya. R diduga dianiaya dengan kakinya diikat dengan rantai.
Lihat Juga :