Pasar Sindu Jadi Kawasan Pasar Tradisional Digital Berbasis QRIS
Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dijelaskan, sekalipun masih berada pada masa pandemi, Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat sebagai motor penggerak perekonomian harus terus produktif. Namun demikian faktor keselamatan dan kesehatan seluruh elemen pasar tetap menjadi prioritas utama. Mengingat, tren penyebaran kasus Covid-19 saat ini di Kota Denpasar didominasi klaster pasar tradisional.
“Perekonomian harus tetap berputar, namun tetap mengedepankan keselamatan da kesehatan melalui protokol kesehatan masyarakat dan aman berniaga bebas Covid-19, dan ini diperlukan kerjasama gotong royong serta membangun solidaritas bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat,” jelas Rai Mantra.
Rai Mantra juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh penerapan kebiasaan baru di Pasar Tradisional. Pencanangan Kawasan Pasar Digital berbasis QRIS, memberikan bantuan masker dan face shield, serta pemasangan pembatas antara pedagang dan pembeli merupakan sebuah solusi bagi pasar tradisional untuk tetap produktif ditengah pandemi Covid-19 ini.
“Terimakasih kepada semua pihak, termasuk Badan Musyawarah Perbankan Daerah yang selalu mendukung produktifitas pasar rakyat atau pasar tradisional di Kota Denpasar, dan tentunya bantuan dan program ini sangat bermanfaat di tengah pandemi covid 19 ini,” paparnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan bahwa penyerahan bantuan dan pencanangan kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS merupakan sebuah upaya untuk mendukung penerapan adaptasi normal baru di Pasar Tradisional. Sehingga kedepanya pasar tradisional tetap produktif saat pandemi Covid-19.
“Perekonomian harus tetap berputar, namun tetap mengedepankan keselamatan da kesehatan melalui protokol kesehatan masyarakat dan aman berniaga bebas Covid-19, dan ini diperlukan kerjasama gotong royong serta membangun solidaritas bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat,” jelas Rai Mantra.
Rai Mantra juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh penerapan kebiasaan baru di Pasar Tradisional. Pencanangan Kawasan Pasar Digital berbasis QRIS, memberikan bantuan masker dan face shield, serta pemasangan pembatas antara pedagang dan pembeli merupakan sebuah solusi bagi pasar tradisional untuk tetap produktif ditengah pandemi Covid-19 ini.
“Terimakasih kepada semua pihak, termasuk Badan Musyawarah Perbankan Daerah yang selalu mendukung produktifitas pasar rakyat atau pasar tradisional di Kota Denpasar, dan tentunya bantuan dan program ini sangat bermanfaat di tengah pandemi covid 19 ini,” paparnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan bahwa penyerahan bantuan dan pencanangan kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS merupakan sebuah upaya untuk mendukung penerapan adaptasi normal baru di Pasar Tradisional. Sehingga kedepanya pasar tradisional tetap produktif saat pandemi Covid-19.