Cegah PMK Meluas, Pemkab Bone Vaksin 2.000 Ekor Sapi
Kamis, 21 Juli 2022 - 21:25 WIB
loading...
Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle memantau kondisi sapi di salah satu peternakan milik warga. Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Sebanyak 2.000ekor sapidi Kabupaten Bone divaksinasi. Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) meluas.
Pelaksanaan vaksinasi ternak dipusatkan di dua desa, yakni Massila dan Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Di dua lokasi itulah kasus PMK pertama kali ditemukan di Kabupaten Bone.
Baca juga:5 Sapi di Kabupaten Gowa Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku
Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle yang menjadi koordinator pencegahan wabah PMK menuturkan, pemberian vaksin dilakukan jauh hari untuk mencegah penyebaran penyakit PMK.
Pasalnya kata dia, Kabupaten Bone menjadi populasi ternak terbesar di Sulsel. Bahkan Bone termasuk populasi ternak lima besar di Indonesia.
Oleh karena itu, dia mengajak para peternak, khususnya masyarakat Patimpeng mendukung vaksinasi ternak ini, agar kekebalan ternak meningkat. Di sisi lain, jika terjangkit PMK dapat menekan dan mencegah penyebarannya ke ternak lain.
“Apabila ternak ini terganggu maka ekonomi daerah kita akan melemah. ternak sapi merupakan salah satu andalan kita di Kabupaten Bone," kata Wakil Bupati Bone dua periode ini, Kamis (21/7/2022).
Baca juga:Satgas PMK Keluarkan Surat Edaran Lalu Lintas Hewan Berbasis Zonasi
“Ada 2.000 yang sapi akan divaksin untuk tahap pertama, dan akan kembali kita laksanakan selanjutnya kegiatan vaksinasi Ini salah satu kepedulian pemerintah terhadap ternak maupun kepada para peternak dan pengusaha," katanya.
Sementara itu, Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone drh. Agusriady menyebutkan, vaksinasi PMK ini merupakan yang pertama di Sulsel.
"Kualitas vaksin ini tidak diragukan walaupun ternak dalam keadaan bunting, ternak yang kita vaksin di Kecamatan Patimpeng di mana daerah yang disebut sudah ada banyak sapi yang suspek PMK ," kata Agusriady.
Agusriady mengatakan, sejauh ini stok vaksin masih cukup usai mendapat suplai dari Pemprov Sulsel. Dosis vaksin PMK yang diberikan sebagai tahap awal 10.000 dosis, dan akan terus diusulkan untuk penambahan.
Baca juga:Bukan Hanya Bikin Loyo, Berikut Ciri Spesifik Hewan Ternak Positif PMK
Sekadar diketahui, ratusan ekor sapi terkonfirmasi positif PMK di Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone. Pemkab Bone pun sudah menerapkan lockdown ternak atau menutup lalu lintas keluar masuk suplai sapi di Bone.
Awalnya kasus pertama ditemukan di Desa Massila, kemudian di tetangga desanya, Desa Masago Kecamatan Patimpeng. Diduga pembawa awalnya kerbau yang hendak dijual ke Toraja, namun tidak laku hingga kembali ke Bone. Kerbau itu kemudian pembawa penyakit PMK di Bone.
Pelaksanaan vaksinasi ternak dipusatkan di dua desa, yakni Massila dan Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Di dua lokasi itulah kasus PMK pertama kali ditemukan di Kabupaten Bone.
Baca juga:5 Sapi di Kabupaten Gowa Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku
Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle yang menjadi koordinator pencegahan wabah PMK menuturkan, pemberian vaksin dilakukan jauh hari untuk mencegah penyebaran penyakit PMK.
Pasalnya kata dia, Kabupaten Bone menjadi populasi ternak terbesar di Sulsel. Bahkan Bone termasuk populasi ternak lima besar di Indonesia.
Oleh karena itu, dia mengajak para peternak, khususnya masyarakat Patimpeng mendukung vaksinasi ternak ini, agar kekebalan ternak meningkat. Di sisi lain, jika terjangkit PMK dapat menekan dan mencegah penyebarannya ke ternak lain.
“Apabila ternak ini terganggu maka ekonomi daerah kita akan melemah. ternak sapi merupakan salah satu andalan kita di Kabupaten Bone," kata Wakil Bupati Bone dua periode ini, Kamis (21/7/2022).
Baca juga:Satgas PMK Keluarkan Surat Edaran Lalu Lintas Hewan Berbasis Zonasi
“Ada 2.000 yang sapi akan divaksin untuk tahap pertama, dan akan kembali kita laksanakan selanjutnya kegiatan vaksinasi Ini salah satu kepedulian pemerintah terhadap ternak maupun kepada para peternak dan pengusaha," katanya.
Sementara itu, Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone drh. Agusriady menyebutkan, vaksinasi PMK ini merupakan yang pertama di Sulsel.
"Kualitas vaksin ini tidak diragukan walaupun ternak dalam keadaan bunting, ternak yang kita vaksin di Kecamatan Patimpeng di mana daerah yang disebut sudah ada banyak sapi yang suspek PMK ," kata Agusriady.
Agusriady mengatakan, sejauh ini stok vaksin masih cukup usai mendapat suplai dari Pemprov Sulsel. Dosis vaksin PMK yang diberikan sebagai tahap awal 10.000 dosis, dan akan terus diusulkan untuk penambahan.
Baca juga:Bukan Hanya Bikin Loyo, Berikut Ciri Spesifik Hewan Ternak Positif PMK
Sekadar diketahui, ratusan ekor sapi terkonfirmasi positif PMK di Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone. Pemkab Bone pun sudah menerapkan lockdown ternak atau menutup lalu lintas keluar masuk suplai sapi di Bone.
Awalnya kasus pertama ditemukan di Desa Massila, kemudian di tetangga desanya, Desa Masago Kecamatan Patimpeng. Diduga pembawa awalnya kerbau yang hendak dijual ke Toraja, namun tidak laku hingga kembali ke Bone. Kerbau itu kemudian pembawa penyakit PMK di Bone.
(luq)
Lihat Juga :