5 Sapi di Kabupaten Gowa Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku
Rabu, 20 Juli 2022 - 18:47 WIB
loading...
Penyemprotan disinfektan di salah satu kandang sapi yang berada di Kabupaten Gowa untuk mencegah penyebaran virus penyakit mulut dan kuku. Foto: Humas Pemkab Gowa
A
A
A
GOWA - 5 ekor sapi di Kabupaten Gowa terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) . Indikasi itu ditemukan oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Gowa.
Lokasi sapi terindikasi PMK itu, empat ekor berada di dataran tinggi. Sementara satu lainnya berada di dataran rendah.
Baca juga:Satgas PMK Keluarkan Surat Edaran Lalu Lintas Hewan Berbasis Zonasi
Kepala Disnakbun Gowa, Suhriati mengatakan, satu ekor sapi terindikasi PMK ada di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu telah dimusnahkan, dengan cara dipotong lalu dibuang di tempat aman.
"Lalu tindakan selanjutnya kita lakukan penyemprotan disinfektan baik kepada ternak maupun kandangnya. Sementara sapi-sapi sehat lainnya kita beri vitamin,” jelas Suhriati, Rabu (20/7/2022).
Sementara untuk empat ekor sapi lainnya yang terindikasi PMK ditemukan di wilayah dataran tinggi yakni di Kecamatan Biringbulu.
Baca juga:Kasus PMK di Sulsel Kian Meluas, Sudah Mencapai 520 kasus
"Tim kami sudah melakukan penelusuran dan mendapatkan empat ekor sapi sakit dan diindikasi PMK . Hari Selasa kemarin kita sudah datangi wilayah temuan lalu kita evakuasi keempat ekor sapi tersebut untuk dilakukan pemusnahan,” kata Suhriati.
Dengan adanya temuan lima ekor sapi itu, kini pihaknya secara resmi melakukan penutupan sementara arus keluar masuknya ternak sapi maupun kerbau dari dan ke Kabupaten Gowa.
Baca juga:Kabupaten Sidrap Zona Hijau Kasus Penyakit Mulut dan Kuku
Upaya ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus PMK ke ternak sapi dan kerbau lainnya di Gowa maupun ke daerah lainnya. Karena itu pihaknya mengimbau kepada peternak jika menemukan ternaknya bergejala seperti PMK segera melaporkan ke Disnakbun agar segera dilakukan tindakan.
"Dan untuk saat ini, kami bersama para peternak merutinkan penyemprotan disinfektan dikandang-kandang dan menjaga kebersihan lingkungan kandang,” jelasnya.
Lokasi sapi terindikasi PMK itu, empat ekor berada di dataran tinggi. Sementara satu lainnya berada di dataran rendah.
Baca juga:Satgas PMK Keluarkan Surat Edaran Lalu Lintas Hewan Berbasis Zonasi
Kepala Disnakbun Gowa, Suhriati mengatakan, satu ekor sapi terindikasi PMK ada di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu telah dimusnahkan, dengan cara dipotong lalu dibuang di tempat aman.
"Lalu tindakan selanjutnya kita lakukan penyemprotan disinfektan baik kepada ternak maupun kandangnya. Sementara sapi-sapi sehat lainnya kita beri vitamin,” jelas Suhriati, Rabu (20/7/2022).
Sementara untuk empat ekor sapi lainnya yang terindikasi PMK ditemukan di wilayah dataran tinggi yakni di Kecamatan Biringbulu.
Baca juga:Kasus PMK di Sulsel Kian Meluas, Sudah Mencapai 520 kasus
"Tim kami sudah melakukan penelusuran dan mendapatkan empat ekor sapi sakit dan diindikasi PMK . Hari Selasa kemarin kita sudah datangi wilayah temuan lalu kita evakuasi keempat ekor sapi tersebut untuk dilakukan pemusnahan,” kata Suhriati.
Dengan adanya temuan lima ekor sapi itu, kini pihaknya secara resmi melakukan penutupan sementara arus keluar masuknya ternak sapi maupun kerbau dari dan ke Kabupaten Gowa.
Baca juga:Kabupaten Sidrap Zona Hijau Kasus Penyakit Mulut dan Kuku
Upaya ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus PMK ke ternak sapi dan kerbau lainnya di Gowa maupun ke daerah lainnya. Karena itu pihaknya mengimbau kepada peternak jika menemukan ternaknya bergejala seperti PMK segera melaporkan ke Disnakbun agar segera dilakukan tindakan.
"Dan untuk saat ini, kami bersama para peternak merutinkan penyemprotan disinfektan dikandang-kandang dan menjaga kebersihan lingkungan kandang,” jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :