Kasus PMK di Sulsel Kian Meluas, Sudah Mencapai 520 kasus

Selasa, 19 Juli 2022 - 18:09 WIB
loading...
Kasus PMK di Sulsel...
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Sulawesi Selatan kian meluas. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Sulawesi Selatan kian meluas. Data per tanggal 17 Juli 2022 tercatat ada 520 kasus yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Kabupaten/kota tersebut yakni Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, dan Enrekang. Sebagian besar ternak telah dipotong bersyarat. Namun, ada pula yang mati akibat terinfeksi virus.

Baca Juga: Waspada! Provinsi Sulsel Masuk Zona Merah PMK

Dari 520 kasus itu, sebanyak 14 ternak telah dipotong bersyarat, 9 lainnya mati, dan 44 dinyatakan sembuh. Sehingga, kasus aktif hingga kini tercatat sebanyak 453 kasus.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking mengatakan, meski ada hewan ternak yang sudah sembuh, pemotongan bersyarat tetap direkomendasikan. Pasalnya, ternak yang sembuh masih menyimpan virus di tubuhnya, dan itu bisa menular ke ternak lain.

"Karena itulah potong bersyarat menjadi salah satu cara untuk menghilangkan virusnya. Kalau tempat hidupnya sudah mati, virusnya tidak akan menyebar lagi," kata Nurlina.

Dia menjelaskan bahwa, kompensasi untuk setiap ternak yang dipotong bersyarat masih sementara dirapatkan bersama Kementerian Pertanian. Namun yang pasti, nominal tertinggi dipatok di angka Rp10 juta per ternak. Biaya kompensasi akan diserahkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian.

"Besarannya sedang dirapatkan berapa nominalnya, yang jelas paling tinggi Rp10 juta, tapi kan ada kelas-kelasnya, seperti sapi besar, sapi sedang, dan berdasarkan jenisnya. Itu kan berbeda-beda," jelasnya.

Adapun peningkatan kasus yang signifikan terjadi di Kabupaten Jeneponto. Sebelumya, kasus di Jeneponto hanya ada 2, namun hanya berselang 4 hari, kasus melonjak drastis hingga 232 kasus.

Nurlina menyebut, hal itu disebabkan karena sebagian besar ternak di Jeneponto dibebaskan di padang penggembalaan, sehingga ternak bebas berinteraksi.

"Itu tidak di kandang jadi tidak terisolasi. Itu digembalakan jadi ternak terus bergerak sehingga penularannya cepat, dan itu memang jadi sentra ternak sapi Jeneponto," bebernya.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Kompensasi Ternak Tertular PMK

Saat ini, sebanyak 11.500 vaksin telah disebar ke 9 daerah tertular. Alokasi vaksin terbanyak disalurkan ke Jeneponto, Toraja Utara, dan Bone.

Tana Toraja menerima 1.500 dosis vaksin, Toraja Utara, Bone, dan Jeneponto masing-masing menerima 2.000 dosis. Lalu Gowa 1.500 dosis, Makassar, Bantaeng, Luwu, Takalar masing-masing menerima 500 dosis.

Selain itu, Universitas Hasanuddin juga menerima 500 dosis vaksin. Dengan demikian, masih tersisa 3.500 dosis vaksin dari total 15.000 yang diterima dari Kementerian Pertanian.

"Vaksin juga diserahkan ke Unhas karena kan ada ternak di Unhas harus diamankan, apalagi ternak penelitian," jelasnya.

Berdasarkan hasil rapat dengan koordinasi bersama Kementerian Pertanian, lanjut Nurlina, setiap daerah dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat penularan virus PMK. Yakni kategori merah, orange, dan hijau.

Daerah kategori merah diminta untuk segera melakukan pemotongan bersyarat bagi ternak yang positif PMK, melakukan diinfeksi serta vaksinasi .

Untuk daerah kategori oranye juga diminta untuk melakukan vaksinasi dan memblokade lalu lintas ternak, serta pemberian vitamin kepada ternak untuk meningkatkan imunitas.

"Kemudian daerah hijau tetap meningkatkan biosecurity dengan tidak memasukkan dulu ternak dari manapun, terutama dari daerah tertular," urainya.

Baca Juga: Sapi yang Positif PMK di Sulsel Bakal Disembelih Paksa

Adapun kawasan yang perlu diwaspadai ialah daerah yang memiliki garis pantai, di mana terdapat pelabuhan rakyat yang tidak ada instansi yang mengawasi. Dikhawatirkan, ada ternak yang keluar masuk melalui jalur ini.

"Tidak ada pengawasan Syahbandar dan balai karantina, itu yang harus diwaspadai. Saya kira pemerintah setempat bisa meningkatkan pengawasan di situ. Satu ekor dua ekor tapi kalau memabwa virus kan bisa tetap menularkan," jelas dia.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah PMK Serang Gunungkidul,...
Wabah PMK Serang Gunungkidul, 63 Ekor Sapi Mati Mendadak
Percepat Penanganan...
Percepat Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku, Pemprov Jatim Gencarkan Vaksinasi Ternak Sehat
Cegah PMK, DPKP Palembang...
Cegah PMK, DPKP Palembang Pantau Distribusi Hewan Kurban
Sapi dari Anambas Mulai...
Sapi dari Anambas Mulai Masuk Tanjungpinang untuk Penuhi Kebutuhan Kurban
Puluhan Ekor Sapi Mati...
Puluhan Ekor Sapi Mati Mendadak di Jembrana, Peternak Meradang
Penyakit LSD Melonjak...
Penyakit LSD Melonjak Jadi 302 Kasus, Pasar Hewan di Gunungkidul Sepi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Cermat Impor Daging di Tengah Wabah PMK
Penyakit Mulut dan Kuku...
Penyakit Mulut dan Kuku Merebak, Pemerintah Diminta Stop Impor Daging
Rusia Larang Impor Daging...
Rusia Larang Impor Daging dari Uni Eropa, Ada Apa?
Rekomendasi
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved