19 Anjungan TMII Rusak, Pemerintah Gelontorkan Rp50 Miliar
Minggu, 17 Juli 2022 - 13:53 WIB
loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat meninjau revitalisasi TMII, Minggu (17/7/2022). Foto: MNC Portal Indonesia/Rizky Syahrial
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, ada 19 anjungan setiap provinsi di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) yang direvitalisasi oleh pemerintah pusat. Karena, kerusakan itu cukup parah.
"Ada 19 anjungan yang rusaknya ringan sehingga perlu perbaikan sedikit saja. Ada yang rusak sedang, ada yang rusak berat seperti Anjungan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Tito kepada wartawan saat meninjau revitalisasi TMII di Jakarta Timur, Minggu (17/7/2022). Baca juga: Pratikno dan Tito Karnavian Tinjau Progres Revitalisasi TMII
Tito mengatakan, Pemerintah menggelontorkan Rp45 miliar hingga Rp50 miliar untuk renovasi anjungan provinsi yang mengalami kerusakan. Dana tersebut selain dari APBD, kata dia, terdapat dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).
"Lebih kurang Rp45 sampai 50 miliar untuk seluruh provinsi. Biayanya bervariasi mulai Rp100 juta sampai Rp2 miliar. Ini bisa pakai dana dari Pemda selain APBD bisa dari CSR dari perusahaan yang ada di daerah masing-masing," tuturnya.
Bahkan, ada juga provinsi di Indonesia yang belum mendapatkan anjungan di TMII, seperti Kalimantan Utara dan provinsi baru Bangka Belitung. Tito mengatakan, pihak TMII akan memikirkan tambahan terkait pembangunan anjungan tersebut.
"Ada 19 anjungan yang rusaknya ringan sehingga perlu perbaikan sedikit saja. Ada yang rusak sedang, ada yang rusak berat seperti Anjungan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Tito kepada wartawan saat meninjau revitalisasi TMII di Jakarta Timur, Minggu (17/7/2022). Baca juga: Pratikno dan Tito Karnavian Tinjau Progres Revitalisasi TMII
Tito mengatakan, Pemerintah menggelontorkan Rp45 miliar hingga Rp50 miliar untuk renovasi anjungan provinsi yang mengalami kerusakan. Dana tersebut selain dari APBD, kata dia, terdapat dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).
"Lebih kurang Rp45 sampai 50 miliar untuk seluruh provinsi. Biayanya bervariasi mulai Rp100 juta sampai Rp2 miliar. Ini bisa pakai dana dari Pemda selain APBD bisa dari CSR dari perusahaan yang ada di daerah masing-masing," tuturnya.
Bahkan, ada juga provinsi di Indonesia yang belum mendapatkan anjungan di TMII, seperti Kalimantan Utara dan provinsi baru Bangka Belitung. Tito mengatakan, pihak TMII akan memikirkan tambahan terkait pembangunan anjungan tersebut.
Lihat Juga :