ASN Luwu Utara Ikut Pengukuran Kebugaran Jasmani
Sabtu, 16 Juli 2022 - 18:09 WIB
loading...
ASN Luwu Utara mengikuti pengukuran kebugaran jasmani di Lapangan Tamsis Masamba, Jumat 15 Juli kemarin. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Puluhan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terlihat berkumpul di seputaran Lapangan Tamsis Masamba, Jumat 15 Juli kemarin.
Mereka di antaranya para kepala perangkat daerah beserta staf. Kehadiran mereka untuk mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani yang diperuntukkan buat para ASN.
Baca juga: UNICEF Indonesia Yakin Pelaksanaan BIAN di Lutra Bakal Sukses
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma, yang juga ikut dalam kegiatan ini mengatakan, bahwa kebugaran adalah elemenpenting dalam hidup.
Untuk itu, kata dia, para ASN diminta untuk selalu peduli dengan kesehatannya agar dalam beraktivitas, utamanya saat bekerja, selalu dalam kondisi kuat, fit dan sehat.
“Kebugaran yang baik dapat diupayakan dengan melalui olahraga dan latihan fisik yang baik, benar, terukur, dan teratur,” kata Kadis Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma.
Kegiatan ini lebih menitikberatkan pada kekuatan jantung, paru-paru dan otot. “Semoga kita terbiasa berolahraga untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh,” imbuhnya.
Baca juga: Mantap! 13 Atlet Luwu Utara Terima Tabungan Berprestasi
“Sebelum mengajak yang lain, kita sendiri harus bugar lebih dahulu,” sambungnya.
Pengukuran kebugaran ini dilakukan melalui aplikasi SIPGAR, yaitu sebuah aplikasi pencatatan kondisi fisik.
Untuk diketahui, sebelum pengukuran kebugaran, ASN diwajibkan sarapan 30 menit sebelum kegiatan, harus mengikuti skrining serta membawa handphone android dalam keadaan internet aktif.
Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum mengecek hasilnya melalui aplikasi SIPGAR adalah berlari kecil mengitari lapangan Tamsis, serta melakukan senam yang dipandu seorang instruktur.
Baca juga: Poktan di Luwu Utara Diminta Merawat Alsintan Pemberian Pemerintah
Bagaimana hasilnya, apakah para ASN memiliki kebugaran fisik yang baik dan memadai? Bagaimana dengan ASN yang terdeteksi kebugarannya kurang baik, dan apa rekomendasi yang diberikan?.
Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma mengatakan, pengukuran kebugaran masih harus menunggu hasil aplikasi SIPGAR yang dilakukan oleh para petugas kesehatan di lapangan.
Mereka di antaranya para kepala perangkat daerah beserta staf. Kehadiran mereka untuk mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani yang diperuntukkan buat para ASN.
Baca juga: UNICEF Indonesia Yakin Pelaksanaan BIAN di Lutra Bakal Sukses
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma, yang juga ikut dalam kegiatan ini mengatakan, bahwa kebugaran adalah elemenpenting dalam hidup.
Untuk itu, kata dia, para ASN diminta untuk selalu peduli dengan kesehatannya agar dalam beraktivitas, utamanya saat bekerja, selalu dalam kondisi kuat, fit dan sehat.
“Kebugaran yang baik dapat diupayakan dengan melalui olahraga dan latihan fisik yang baik, benar, terukur, dan teratur,” kata Kadis Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma.
Kegiatan ini lebih menitikberatkan pada kekuatan jantung, paru-paru dan otot. “Semoga kita terbiasa berolahraga untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh,” imbuhnya.
Baca juga: Mantap! 13 Atlet Luwu Utara Terima Tabungan Berprestasi
“Sebelum mengajak yang lain, kita sendiri harus bugar lebih dahulu,” sambungnya.
Pengukuran kebugaran ini dilakukan melalui aplikasi SIPGAR, yaitu sebuah aplikasi pencatatan kondisi fisik.
Untuk diketahui, sebelum pengukuran kebugaran, ASN diwajibkan sarapan 30 menit sebelum kegiatan, harus mengikuti skrining serta membawa handphone android dalam keadaan internet aktif.
Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum mengecek hasilnya melalui aplikasi SIPGAR adalah berlari kecil mengitari lapangan Tamsis, serta melakukan senam yang dipandu seorang instruktur.
Baca juga: Poktan di Luwu Utara Diminta Merawat Alsintan Pemberian Pemerintah
Bagaimana hasilnya, apakah para ASN memiliki kebugaran fisik yang baik dan memadai? Bagaimana dengan ASN yang terdeteksi kebugarannya kurang baik, dan apa rekomendasi yang diberikan?.
Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, Marhani Katma mengatakan, pengukuran kebugaran masih harus menunggu hasil aplikasi SIPGAR yang dilakukan oleh para petugas kesehatan di lapangan.
(luq)
Lihat Juga :