Jumlah Penduduk Miskin di Jabar Naik Menjadi 4 Juta Orang

Jum'at, 15 Juli 2022 - 15:29 WIB
loading...
Jumlah Penduduk Miskin...
Ilustrasi keluarga miskin. Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Jumlah penduduk miskin, di Jawa Barat, per Maret 2022 tercatat sebanyak 4,07 juta orang atau sekitar 8,06 persen dari populasi penduduk Jawa Barat yang mencapai 46 juta orang.

Jumlah warga miskin di Jawa Barat ini mengalami kenaikan 0,09 persen dari periode September 2021 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Marsudijono mengatakan, kendati jumlah penduduk miskin Jabar mengalami kenaikan, namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan 0,34 persen.

Baca juga: Akibat Covid 19, Skenario Terburuk Penduduk Miskin Bertambah 3,78 Juta

"Secara jumlah, penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 4,07 juta orang, naik 66,1 ribu orang terhadap September 2021. Namun turun 124,4 ribu orang terhadap Maret 2021," katanya, Jumat (15/7/2022).

Menurut dia, naiknya jumlah penduduk miskin Jawa Barat tak lepas dari kenaikan ukuran garis kemiskinan pada Maret 2022 yang tercatat sebesar Rp452.580/kapita/bulan.

Dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) sebesar Rp334.224 (73,85 persen) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) sebesar Rp118.356 (26,15 persen).

Baca: Dihantam Corona, Kemiskinan di Pangkalpinang Naik 100%

Perubahan Garis Kemiskinan, totalnya sebesar 5,89 persen. Dengan rincian, pada periode September 2021-Maret 2022, terjadi peningkatan GK baik GKM maupun GKNM. Peningkatan ini terjadi baik di wilayah perkotaan maupun di perdesaan. Perubahan GKM periode September 2021-Maret 2022 sebesar 3,31 persen.

Sedangkan perubahan GKNM pada periode yang sama sebesar 3,75 persen. Garis Kemiskinan (GK) merupakan suatu representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan dan kebutuhan pokok bukan makanan.

"GK dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin yang dihasilkan dari penjumlahan Garis Kemiskinan Makanan dan Garis Kemiskinan Non Makanan," sambungnya.

Baca: 20.029 Keluarga Miskin Kota Malang Terima BST Rp600 Ribu

Dengan angka garis kemiskinan itu, maka rumah tangga dengan pengeluaran di bawah Rp2 juta per bulan dikategorikan penduduk miskin.

"Di Jabar, pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jawa Barat memiliki 4,41 orang anggota rumah tangga," jelasnya.

Baiknya garis kemiskinan ini menyebabkan secara jumlah penduduk miskin turun. Di mana, persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 7,82 persen, turun menjadi 7,57 persen pada Maret 2022.

Baca: Miris, Keluarga Miskin di Kupang Tinggal di Kandang Ayam

Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 10,46 persen, turun menjadi 9,88 persen pada Maret 2022.

Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin Maret 2022 perkotaan turun sebanyak 40,69 ribu orang (dari 3,05 juta orang pada Maret 2021 menjadi 3,01 juta

orang pada Maret 2022). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun 83,67 ribu orang (dari 1,14 juta orang pada Maret 2021 menjadi 1,06 juta orang pada Maret 2022).
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Wapres Gibran Tinjau...
Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved