Kisah Perjuangan Guru SDN 2 Kenteng Gunungkidul, Rela Jemput Murid Agar Tak Putus Sekolah
Kamis, 14 Juli 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Ketulusan Hati Bhabinkamtibmas Desa Cintamekar Bripka Erik Rawat Puluhan ODGJ
Awalnya, para guru menjemput murid-muridnya menggunakan delapan sepeda motor. Pada tahun 2019, para guru tersebut mendapatkan bantuan dari donatur berupa mobil yang bisa digunakan untuk operasional menjemput murid-murid agar tak putus sekolah.
Para guru dan kepala sekolah tersebut, rela patungan uang senilai Rp100 ribu-200 ribu per bulan, hingga mencapai Rp1,7 juta per bulan untuk bisa menggratiskan para siswa dari biaya antar jemput sekolah. Uang tersebut berasal dari kantong pribadi para guru.
Kepala SDN 2 Kenteng, Matheus Broto Sugondo mengatakan, proses antar jemput murid-murid tersebut sudah berlangsung sejak delapan tahun terakhir. "Kami merasa kasihan melihat para murid terlambat sekolah, bahkan akhirnya putus sekolah karena harus menyusuri perbukitan untuk ke sekolah," tuturnya.
Baca juga: 4 Tersangka Kredit Fiktif Rp5,48 Miliar Dijebloskan Tahanan
Awalnya, para guru menjemput murid-muridnya menggunakan delapan sepeda motor. Pada tahun 2019, para guru tersebut mendapatkan bantuan dari donatur berupa mobil yang bisa digunakan untuk operasional menjemput murid-murid agar tak putus sekolah.
Para guru dan kepala sekolah tersebut, rela patungan uang senilai Rp100 ribu-200 ribu per bulan, hingga mencapai Rp1,7 juta per bulan untuk bisa menggratiskan para siswa dari biaya antar jemput sekolah. Uang tersebut berasal dari kantong pribadi para guru.
Kepala SDN 2 Kenteng, Matheus Broto Sugondo mengatakan, proses antar jemput murid-murid tersebut sudah berlangsung sejak delapan tahun terakhir. "Kami merasa kasihan melihat para murid terlambat sekolah, bahkan akhirnya putus sekolah karena harus menyusuri perbukitan untuk ke sekolah," tuturnya.
Baca juga: 4 Tersangka Kredit Fiktif Rp5,48 Miliar Dijebloskan Tahanan
Lihat Juga :