Harga Telur di Semarang Melonjak, 1 Kg Capai Rp24.000
Jum'at, 26 Juni 2020 - 16:37 WIB
loading...
Harga telur di Kabupaten Semangarang, mengalami kenaikan jadi Rp24 ribu/kg. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SEMARANG - Harga telur ayam di pasaran di wilayah Kabupaten Semarang, dalam beberapa hari belakangan mengalami kenaikkan. Seperti di Pasar Kembangsari, Kecamatan Tengaran, harga telur naik Rp3.000/kg, dari harga Rp21.000/kg menjadi Rp24.000/kg.
(Baca juga: PDIP Jateng: Satu Bendera Dibakar, Sejuta Bendera Berkibar )
Seorang pedagang di Pasar Kembangsari, Karti (54) menuturkan, kenaikkan harga telur ayam ras ini terjadi sejak pekan lalu. "Harga dari distributor sudah naik. Tentunya pengcer juga menaikkan harga agar tidak rugi. Kalau saya menjual dengan harga Rp24.000/kg agar tidak kalah bersaing dengan pedagang lainnya," tuturnya Jumat (26/6/2020).
Dia mengatakan, kenaikkan harga telur yang cukup signifikan ini, membuat pedagang kebingungan. Sebab persaingan harga di pasaran menjadi semakin ketat karena setiap pedagang harus bisa menjual cepat agar tidak rugi.
"Telur tidak bisa bertahan lama. Kalau lama tidak terjual banyak yang busuk dan tidak bisa dijual. Kalau itu sampai terjadi, rugi jadinya, Maka dari itu, setiap pedagang hanya mencari keuntungan sedikit agar telur bisa cepat terjual. Saya sendiri hanya mengambil untung Rp500/kg," ujarnya.
(Baca juga: PDIP Jateng: Satu Bendera Dibakar, Sejuta Bendera Berkibar )
Seorang pedagang di Pasar Kembangsari, Karti (54) menuturkan, kenaikkan harga telur ayam ras ini terjadi sejak pekan lalu. "Harga dari distributor sudah naik. Tentunya pengcer juga menaikkan harga agar tidak rugi. Kalau saya menjual dengan harga Rp24.000/kg agar tidak kalah bersaing dengan pedagang lainnya," tuturnya Jumat (26/6/2020).
Dia mengatakan, kenaikkan harga telur yang cukup signifikan ini, membuat pedagang kebingungan. Sebab persaingan harga di pasaran menjadi semakin ketat karena setiap pedagang harus bisa menjual cepat agar tidak rugi.
"Telur tidak bisa bertahan lama. Kalau lama tidak terjual banyak yang busuk dan tidak bisa dijual. Kalau itu sampai terjadi, rugi jadinya, Maka dari itu, setiap pedagang hanya mencari keuntungan sedikit agar telur bisa cepat terjual. Saya sendiri hanya mengambil untung Rp500/kg," ujarnya.
Lihat Juga :